Polisi Sibuk Antisipasi Corona, Bandar Judi di Deliserdang Makin Merajalela

Bandar Judi di Deliserdang

Di tengah kesibukan pihak kepolisian melakukan imbauan social distancing di masyarakat untuk mengantisipasi virus corona atau Covid-19, sejumlah bandar judi sepertinya coba mengambil peluang.

Seperti yang terpantau di wilayah hukum Polsek Biru-Biru Polresta Deliserdang, Selasa(31/3/20) Pukul 15.00 Wib, permainan judi Togel dan jackpot kini mulai dilakukan secara terang-terangan.

Untuk judi Togel misalnya, para pemain tak lagi segan-segan membuka buku ‘Tafsir Mimpi’ atau ‘Erek-Erek’ di warung-warung kopi seputaran Desa Sidomulyo, Desa Sidodadi, Desa Selamat dan Desa Namo Tuapang, Kecamatan Biru-Biru.

Demikian halnya dengan judi jackpot. Nada dari mesin adu nasib itu seakan menjadi ‘hiburan’ bagi warga yang bermukim dekat dengan lokasi judi tersebut.

Menanggapi hal itu, sejumlah elemen masyarakat pun meminta pihak kepolisian melalui Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin agar segera membentuk tim khusus untuk memberantas menjamurnya judi Togel dan jackpot di Kecamatan Biru-biru.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi Kecamatan sibiru-biru saat ini. Jurtul (juru tulis) bandar judi Togel menerima pesanan angka di warung-warung kopi,” sebut Arif (48), seorang warga Desa Sidomulyo, Selasa (31/3/20) siang.

Dia pun meminta pihak kepolisian agar bisa mengenyahkan permainan judi itu, terutama di Desa Sidomulyo, Kecamatan biru-biru.

Sementara itu, untuk judi jackpot disebut dikelola seseorang berinisial A yang juga bertugas di Kecamatan Biru-biru.

“Macamnya dibiarkan orang ini. Seperti tak tersentuh,” beber Sugiono (50), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Biru-Biru.

Menurut dia, beberapa lokasi yang terdapat banyak praktik judi, seperti di Gang buntu, Gang Sawah, Gang Rayu A, Desa Sidodadi.

Aksi perjudian tersebut menurut Sugiono sudah sangat meresahkan warga desa.

“Gimana gak resah,gara-gara judi ini, rusaklah perekonomian rumah tangga. Munculah penyakit masyarakat seperti mencuri dan malas kerja, apalagi bertani atau merawat kebun,” ketusnya.

Mereka pun meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi dapat segera membasmi segala macam bentuk perjudian di Kecamatan Biru-Biru.

“Kalau nggak bisa dihilangkan judi di Biru-biru ini, saya yakin, ke depannya tingkat kejahatan akan meningkat dan pengangguran di desa-desa makin bertambah gara-gara banyak warga malas bekerja dan hanya menghayal untuk mendapatkan uang dengan mudah dari judi itu,” katanya.

Ia juga mengatakan, bertambah banyaknya praktik judi di pelosok-pelosok desa karena ada oknum kepolisian setempat diduga telah menerima upeti.

“Ya, karena mungkin kalau saya duga oknum polisi di sini yang sudah terima upeti. Makanya, nampak polisi pun, nggak takut penulis Togel dan pengelola mesin-mesin jackpot itu,” lanjutnya.

Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat berjanji akan menindak laporan masyarakat serta pemberitaan yang dimaksud.

“Terimakasih Informasinya. Mohon maaf, lokasinya di mana? Biar kita tindak,” sebut mantan Kapolda Papua tersebut. (m24)

Bagikan Gratis :


Loading...