Terkait Corona, Masyarakat Lebih Percaya Dukun daripada Dokter


Virus corona menjadi momok menakutkan. Tak sedikit masyarakat mendatangi dukun dengan harapan bisa terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

Beberapa orang yang mengalami gejalan virus corona, seperti flu, batuk dan demam, memilih berobat ke dukun. Mereka seolah lebih percaya dukun ketimbang pengobatan medis.

Salah satu pasien yang memilih berobat ke dukun yakni D (50), warga Bekasi Jawa Barat. Karyawan BUMN itu mencari pengobatan alternatif di Cianjur.

Setibanya di Cianjur, kondisi D justru semakin menurun. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH), Cianjur pada Minggu (1/3/2020).

Setelah menjalani perawatan di ruang isolasi, D meninggal dunia pada Selasa (3/3) sekitar pukul 04.00 WIB.

Sementara itu, paranormal kondang Mbah Mijan mengakui banyak masyarakat yang bertanya kepadanya seputar virus corona.

“Ketika media serta rakyat Indonesia masih mempercayai saya sebagai sumber informasi terkait Virus Corona, saya wajib menyampaikan data dan fakta, bukan ghaib,” kata Mbah Mijan di akun Twitternya, Kamis (5/3).

“Komitmen dan konsisten menyampaikan informasi terupdate tentang Corona, adalah bentuk tanggungjawab saya, terimakasih,” tambahnya.

Kepercayaan masyarakat kepada dukun atau paranormal merupakan pukulan telak bagi pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan.

“Kepercayaan masyarakat terhadap saya, terutama soal ciri-ciri pengidap Virus Corona (medis) dan pertolongan pertama adalah pukulan terhadap Kementerian Kesehatan,” beber Mbah Mijan.

Banyaknya masyarakat yang bertanya kepada paranormal merupakan bukti bahwa mereka butuh informasi soal virus corona.

“Hal ini adalah bukti, bahwa masyarakat menginginkan informasi resmi dari pemerintah secara lengkap, tegas, tuntas,” imbuh Mbah Mijan.

Sebelumnya, Mbah Mijan menyebut masyarakat yang mengalami gejala flu, batuk dan demam bisa mencoba untuk mengkonsumsi jahe dan serai.

“Wedang “minuman” Jahe Bakar patut dikonsumsi, selain segar, juga menghangatkan tubuh. Jangan abaikan, dampak buruk Corona adalah kematian. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” katanya. (ps)

Bagikan Gratis :


Loading...