Suami Bajak Sawah, Istri Mendesah Dibajak Tetangga, Setelah itu... Suami Tewas Dibunuh


KASIHAN Ngadiman, 24, dari Natar, Lampung. Jadi suami berondong malah dikadali oleh istrinya, Tinik, 36.

Bagaimana tidak? Di kala dia sibuk membajak di sawah, eh di rumah istri malah “dibajak” tetangga sendiri. Paling tragis, karena “sang pembajak” ingin menguasai istrinya, Ngadiman dibunuhnya sekalian.

Yang namanya pembajak ternyata selalu kejam, baik itu pembajak pesawat maupun “pembajak” bini orang. Pembajak pesawat tanpa segan-segan membunuh penumpang bila membuat gerakan mencurigakan. Pembajak bini orang ternyata sama dan sebangun.

Agar pembajakan atas istri orang itu tanpa kendala, maka suami wanita yang diselingkuhi dibunuhnya sekalian.

Ngadiman mau menikah dengan janda berusia 12 tahun lebih tua, karena faktor ekonomi. Sebagai lelaki ia tak punya apa-apa, sementara Tinik memiliki sawah dan rumah. Selaian bisa menaikkan derajat dirinya, sekaligus mengikuti arahan Menko PMK Muhajir Effendi agar orang kaya mau menikahi orang miskin.

Dan Tinik, sebelum ada anjuran Menko PMK, sudah melakukannya. Dia mau menikahi pemuda nganggur Ngadiman, semata-mata melihat tongkrongannya saja.

 Siapa tahu “tangkringan”-nya juga mengasyikkan, karena usianya jauh lebih muda. Dan ternyata memang betul. Bersuamikan Ngadiman, dia bisa memperoleh pelayanan dua kali sehari sesendok makan.

Tapi celakanya, tangkringan boleh cengkilingan (suka memukul) tangannya juga luar biasa. Ngadiman ini gampang emosi. Bila sudah marah pada istri, dia bisa memaki dan memukul, sepertinya lupa akan dirinya selama ini.

Tinik sebagai wanita STNK, memang banyak menarik minat dan bakat kaum lelaki. Salah satunya adalah Karsum, 30, lelaki tetangga Tinik sendiri. Dia suka diam-diam mendekati Tinik di kala suaminya sibuk di sawah. Dasar Tinik sedang jengkel pada suaminya, maka aspirasi Karsum ditanggapi saja.

Maka hanya dalam satu putaran Karsum sudah berhasil “mencoblos” Tinik meski ini sama sekali bukan Pilkada. Makin lama makin sering, dan aksi mesum itu dilakukan saat Ngadiman membajak sawah. Edan nggak, suaminya membajak di sawah, Tinik di rumah mengijinkan lelaki lain “membajak” dirinya di ranjang.

Rupanya cinta bisa membutakan siapa saja. Ketika Tinik meminta untuk membunuh sekalian Ngadiman yang suka menyakiti dirinya, eh…..Karsum sendika dawuh (siap).

Maka di suatu malam di jalan sepi, Ngadiman berhasil digetok kepalanya pakai sok beker sebanyak 3 kali hingga wasalam.

Tapi sepandai-pandai tupai membunuh orang, akhirnya terungkap juga. Beberapa hari setelah pemakaman Ngadiman, Karsum berhasil ditangkap, termasuk juga Tinik sendiri. Keduanya kini ditahan di Polsek Natar, tentunya di sel yang berbeda.

Kalau satu sel, keenakan dong! (gunarso ts/poskota)

Bagikan Gratis :


Loading...