Sidak Gudang Masker di Medan, "Mahal karena Bahannya Import dari China"

Sidak Gudang Masker di Medan,

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I melakukan sidak ke gudang PT Dimas Andalas Makmur, distributor masker di Jalan Mojopahit, Kamis (5/3).

Dalam sidak itu, petugas menemukan adanya kenaikan harga masker yang signifikan, yaitu mencapai 1.000 persen. Kenaikan terjadi pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan, adanya dua Warga Negara Indonesia positif terjangkit Corona.

Meliani Manurung, perwakilan PT Dimas Andalas Makmur yang menerima kedatangan KPPU menyebutkan, kenaikan harga masker sudah terjadi sejak pertengahan Februari 2020.

"Biasanya dijual Rp 35.000 per kotak, cuma karena stok dari Surabaya minim harga jadi naik menjadi Rp150.000 perkotak untuk pengecer dan Rp125.000 untuk rumah sakit," ujarnya, kemarin (5/3).

Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ramli Simanjuntak meminta kepada distributor untuk tidak terlalu banyak menaikkan harga masker. Meskipun diakuinya permintaan sangat tinggi dan stok terbatas.

"Permintaan tinggi membuat harga naik dan stok berkurang. Untuk membuat masker ini ada bahan yang harus di impor dari Cina, sejak ada kasus ini import tidak diperbolehkan dari sana, ini yang membuat ketersediaan menipis," ungkapnya.

Ramli mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan tahap survei dan kembali mengingatkan agar distributor untuk tidak bermain-main dengan stok masker dengan cara menimbun. "Ada sanksi pidana yang bisa dikenakan jika melakukan penimbunan barang," terangnya. (alio)

Bagikan Gratis :


Loading...