Kasus Pembunuhan Misterius di Tanjungbalai Terungkap, Ini Kronologi Lengkapnya!

Kasus Pembunuhan Misterius di Tanjungbalai

Setelah dihebohkan oleh kasus pembunuhan sadis seorang siswi SMP terhadap bocah 6 tahun di Jakarta, Indonesia kembali diguncang kasus yang melibatkan pelaku usia sekolah. Kali ini terjadi di Tanjungbalai, Sumut

Kasus pembunuhan ini tergolong misterius. NMS (14), siswi MTs di Tanjungbalai terungkap  ditemukan tewas terbunuh tanpa mengenakan celana, di dalam kamarnya, tanpa diketahui seisi rumah, Sabtu (7/3/2020) dinihari.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira, Minggu (8/3/2020) malam menyebutkan, hasil penyelidikan pihaknya usai mengambil bahan keterangan (baket) saksi-saksi meliputi tetangga korban, pemilik warnet serta saksi lainnya di sekitar TKP,

"Kita memperoleh fakta tentang adanya keberadaan satu anak, yakni pelaku bernama S Alias P, tetangha korban  yang Sabtu dini hari itu sekira pukul 04.00 WIB berada di sekitaran rumah tempat tinggal korban," beber AKBP Putu seperti dilansir dari medanbisnisdaily.com.

Tim kemudian mengembangkan fakta tersebut dengan melakukan pencarian keberadaan S Alias P, hingga akhirnya ia berhasil ditemukan di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari TKP.

Kemudian terhadap pelaku ini diinterogasi oleh penyidik mengenai keberadaannya pada dinihari itu.

"Akhirnya S alias P ini tidak dapat lagi mengelak sehingga akhirnya mengaku bahwa dia adalah pelaku yang telah menyetubuhi dan membunuh korban," beber AKBP Putu lagi.

Kronologi pembunuhan dan perkosaan

 S alias P mengakui bahwa pada Sabtu sekira pukul 03.30 WIB keluar dari warnet dekat TKP.

Dari warnet pelaku ini kemudian menuju rumah tempat tinggal uwaknya yang posisi rumahnya tepat berada di samping rumah korban.

Di rumah itu pelaku sempat makan kemudian pada pukul 04.00 WIB keluar lagi dari rumah.

"Jadi pada saat keluar dari rumah uwaknya, timbul niat pelaku untuk menyetubuhi korban, dan untuk selanjutnya tersangka kemudian mengambil sendok semen yang ada di samping rumah uwaknya," jelas AKBP Putu.

Kemudian, dilanjutkan AKBP Putu lagi, setelah berhasil mengambil sendok semen, pelaku lantas berjalan menuju pintu dapur rumah tempat tinggal korban, sendok semen yang dipegang di tangan kanannya kemudian dipergunakan untuk mencongkel celah daun pintu lalu menggerakkan kunci kayu yang modelnya dapat berputar sehingga akhirnya daun pintu dapat terbuka.

"Setelah pintu terbuka, pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan melintasi dapur, ruang tamu hingga akhirnya tersangka masuk ke kamar tidur korban," sebutnya.

Selanjutnya, tambahnya lagi, saat sebelum masuk ke kamar tidur korban, tepatnya saat posisi pelaku berjalan melintasi ruang tamu, pelaku bahkan sempat melihat Raya M Hadi Sina A (ayah korban), Nurasiah (ibu korban) dan dua adik korban sedang tidur di depan televisi.

Bahwa setelah tersangka berhasil masuk ke dalam kamar tidur korban, tersangka lantas melihat korban sedang tidur di atas tilam springbed dengan menggunakan baju kemeja dan celana pendek.

"Oleh tersangka kemudian merebahkan tubuhnya di samping tubuh korban lalu tersangka mengambil sebuah bantal yang ada di dekat springbed. Lalu bantal itu dihimpitkan tersangka dengan keras ke wajah korban dan akhirnya korban terbangun dan meronta melakukan perlawanan," katanya lagi.

Kemudian, tambah AKBP Putu lagi, melihat keadaaan tersebut pelaku kemudian mencekik dengan keras leher bagian depan korban dengan tangan kirinya, sementara tangan kanan tersangka meninju daerah pipi kiri dan mulut korban sebanyak 5 kali pukulan, sehingga korban tidak lagi meronta melakukan perlawanan dan diduga telah meninggal dunia," ujar AKBP Putu.

Selanjutnya, pelaku ini lantas menurunkan celana pendek yang dipakai korban berikut celana dalamnya. S alias P sendiri kemudian membuka celana pendek serta celana dalamnya, lalu tersangka pun menyetubuhi korban.

"Usai memperkosa, pelaku meninggalkan kamar dengan posisi menutup wajah korban dengan sprei yang ada di atas kasur, lalu keluar rumah dari jalan yang sama dan bahkan sempat merapatkan/menutup kembali pintu dapur," pungkas AKBP Putu.

Diberitakan sebelumnya, mayat seorang siswi MTs ditemukan di rumahnya, Sei Tulang Raso, Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut), tanpa mengenakan celana. Polisi menduga korban merupakan korban perkosaan.

Namun dalam tempo 10 jam pelakunya berhasil diringkus dan bahkan Polres Tanjungbalai langsung menggelar pra rekonstruksi untuk memperkuat penyelidikan. (mbd)

Korban siswi MTs di Tanjungbalai yang ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana di kamar rumahnya.

Bagikan Gratis :


Loading...