Temuan Bangkai Babi di Mandala, Kepala BPBD : Bukan Urusan Kami, Lapor ke Lurah atau Camat

Temuan Bangkai Babi di Mandala

Temuan bangkai babi di aliran Sungai Denai tepat di bawah tol Belmera sontak menghebohkan warga sekitar.

Temuan itu berawal saat warga sedang bergotong royong membersihkan rumput di pinggiran sungai, Rabu (19/02/2020).

Warga mengaku melihat bangkai babi tersebut sejak tiga hari yang lalu. Mereka juga berharap kepada pihak terkait untuk segera mengangkat bangkai dari sungai karena aroma tak sedap sudah sangat menyengat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Arjuna Sembiring ketika dikonfirmasi mengaku temuan bangkai babi itu bukan urusan mereka.

"Hubungi Lurah atau Camat nya.  Biar mereka mengurusnya. Kami sudah banyak mengurus bangkai babi. Sampai ratusan bangkai babi di kawasan marelan sudah kami atasi," ucapnya singkat.

Beberapa waktu lalu, temuan ratusan bangkai babi di sungai dan di jalanan sempat menghebohkan warga Sumut.

Jumlah babi yang mati di Sumatera Utara karena virus hog cholera mencapai 30.000 ekor. Tercatat kematian massal ternak ini terjadi di 16 kabupaten Sumatera Utara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap menyebutkan, daerah yang mengalami kematian babi secara massal adalah Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Simalungun, Pakpak Bharat, Simalungun, Siantar, Tebing Tinggi dan Langkat. (lia)

Bagikan Gratis :


Loading...