Muazzin di London Maafkan Penikamnya, "Jangan Biarkan Kebencian Mendapat Tempat di Hati"


Raafat Maglad (70), muazin Masjid Raya London—Central Mosque—Inggris, yang menjadi korban penusukan pada Kamis (20/2) lalu, mengaku telah maafkan penikamnya. Bahkan, ia yang memandang peristiwa tersebut sebagai sebuah takdir, menyatakan tak sama sekali membenci pelaku.

“Saya maafkan dia. Saya merasa kasihan dengannya. Sejujurnya, sebagai Muslim, saya tak menyimpan kebencian di hati. Apa yang telah terjadi biarlah terjadi, dia tak akan melakukannya lagi,” tutur Raafat.

“Saya sudah merasa lebih baik. Tak apa, ini takdir saya. Apa pun yang terjadi pada saya adalah takdir,” imbuhnya, seperti dikutip dari The Telegraph, Sabtu (22/2).

Sehari setelah ditikam, Rafaat kembali datang ke Central Mosque, untuk menunaikan salat Jumat, tepatnya pada 21 Februari.

Menggunakan penyangga kain untuk tangannya yang terluka akibat insiden tersebut, Rafaat menceritakan apa yang ia alami saat peristiwa.

“Saya tidak tahu pria itu siapa, kita tak bisa tahu siapa yang keluar masuk masjid itu, jadi kita tak tahu siapa dia sebenarnya,” ujarnya.

“Tiba-tiba, seseorang menghantam saya dari belakang, saya tak mengenalnya. Kemudian saya tumbang, terasa darah keluar dari leher saya, begitu kejadiannya. Lalu para jemaah membawa saya ke rumah sakit,” sambungnya.

Dukungan untuk Muslim London
Wali Kota London, Sadiq Khan, pun menyampaikan dukungannya terhadap komunitas Muslim, usai insiden penusukan tersebut. Ia bergabung dengan ribuan jemaah Central Mosque, menunaikan salat Jumat.

Sementara penikam yang diketahui bernama Daniel Horton (29), menggunakan pisau berukuran 5 inci atau 12,7 sentimeter, untuk melukai sekitar leher serta pundak Rafaat.

Akibat penikaman yang ia lakukan, Horton ditahan dengan dugaan percobaan pembunuhan.

Sadiq yang mengaku sangat prihatin dengan insiden tersebut, menegaskan bahwa setiap warga London, berhak merasa aman di tempat ibadah masing-masing.

“Saya ingin meyakinkan komunitas London, bahwa tindakan kekerasan di kota kami tidak akan ditoleransi,” tegasnya.

Hal senada, sebelumnya juga disampaikan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Melalui akun Twitter pribadinya, ia menyampaikan kesedihan atas serangan yang terjadi di Central Mosque.

“Sungguh sangat disayangkan kejadian ini terjadi, apalagi di rumah ibadah. Doa saya bagi semua yang terdampak oleh insiden ini,” tulisnya.

Raafat sendiri, sudah menjadi muazin di Central Mosque, selama lebih dari 30 tahun, sebagaimana disampaikan Imam Masjid, Chokri Majouli.

“Ia sudah 30 tahun jadi muazin di sini. Alhamdulillah, dia pria yang baik, tak pernah melewatkan azan. Kami berdoa kepada Allah, untuk kesembuhannya,” jelasnya.

Turut berkomentar atas peristiwa yang terjadi, CEO Central Mosque, Ahmad Al-Dubayan, menceritakan jika Raafat, merupakan sosok yang sangat dicintai.

“Masya Allah, dia salah satu sosok yang menjadi contoh baik dalam komunitas Muslim, kerabatnya ada di mana-mana, maka itu kami sangat terkejut dengan kejadian ini,” beber Ahmad.

Bagikan Gratis :


Loading...