Kontoversi Balon Walikota Binjai Diduga Mafia Tambang Ilegal

Lokasi tambang ilegal saat digrebek tahun 2019 lalu.

Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Binjai belakangan ini mulai ramai dibicarakan masyarakat. Hal ini dikarena ada salah seorang nama balon Walikota yang maju kedalam bursa pencalonan, yakni DS.

Keikutsertaan DS menjadi salah satu balon, sontak membuat masyarakat kaget.

Pasalnya pria berperawakan gemuk tersebut dinilai tidak layak maju sebagai pemimpin Kota Binjai, sebab dirinya memiliki latar belakang keluarga yang merupakan bagian mafia pertambangan galian C ilegal di Kota Rambutan ini.

DS diketahui juga sebagai pengelola sekaligus pemilik saham dari tambang ilegal Pante Acong yang terletak di Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, yang disebut-sebut milik AC yang tidak lain merupakan abang kandungnya.

Bahkan pihak penegak hukum dalam hal ini telah mengambil langkah tegas dengan melakukan pengrebekan dan penyitaan sejumlah alat berat yang diketahui sebagai sarana operasinya pertambangan ilegal tersebut.

Kendati telah berulangkali digerebeg, usaha galian C ilegal yang disebut-sebut dikelola DS, namun sepertinya usaha tersebut aktif kembali.

Masyarakat setempat menilai bahwasannya pengrebekan dan penyitaan yang dilakukan aparat penegak hukum tidaklah membuat keluarga DS jera, pasalnya usaha ilegal tersebut kini kembali beroperasi secara manual dan memakai metode pemaksaan.

Warga Binjai menduga, aktifnya usaha galian C ilegal yang dikelola keluarga DS diduga terkait dengan upaya pencolanan dirinya pada Pilkada Kota Binjai nanti.

Seperti diketahui, kini galian C milik abang kandung DS yakni AC yang sudah mendapat police line itu berpindah lokasi tak jauh dari lokasi pengrebekan sebelumnya.

"Bergeser sedikit aja, sekarang sertu dan galian c ilegal tersebut sudah geser di wilayah Namo Tembis, Kelurahan Bahkti Karya Kecamatan Binjai Selatan. Mereka korek tanah yang itu itu juga asal dari sungai dan lahan perkebunan yang dalam kekuasaan AC. Ini di tempat baru kerjanya manual dan yang punya warga harus jualnya sama keluarga AC yang disebut sebut dikelolah dan dipegang DS karena mau maju jadi walikota" ungkap Edwin salah seorang kernet di pantai tersebut.

Saat ditanya apakah mereka tidak merasa was-was jika membeli material galian C dari lokasi pertambangan ilegal yang saat ini disebut-sebut dikelola DS terkena razia, kernet yang juga merangkap supir raun itu hanya tersenyum.(lkt-1)

Bagikan Gratis :


Loading...