Header Ads

Kalahkan Master Nasional, Sukarnedi Sabet Gelar Gala catur Emas II 2019


teks foto: 
Para pemenang foto bersama dengan Brand Manager Galan Kretek, Jaya Gantama dan Ketua Percasi Sumut, Parlindungan Purba serta mewakili Pengurus Pusat Percasi, Agus Subandrijo, SE,MM,FA dan wasit Agus Siallagan. (diurnanta qelanaputra)

Master Nasional asal Sumut, Sukarnedi berhasil menyabet gelar  Gala catur Emas II 2019 dalam grand final yang diadakan di Garuda Plaza Hotel Medan, Minggu (13/10). Sukarnedi adalah atlet PraPON yang akan bertarung di PORWIL Sumatera Bengkulu awal November ini.

Sukarnedi menjadi juara I dengan point  8. Ia mengungguli Master Nasional  Dede Lioe asal DKI yang menempati posisi 2 dengan point  7,5. Sedangkan Juara III diraih Sarmadoli Siringo-ringo, Master Nasional asal Aceh dengan poin 7.

 

Turnamen Gala Catur Emas (GCE) 2019 Road to Master diikuti 72 pecatur lokal, nasional hingga internasional‎. Grand final kompetisi tahunan yang dipersembahkan Galan Keretek ini, berlangsung di Hotel Garuda Plaza Hotel, Minggu (13/10) sore setelah sebelumnya digelar penyisihan di 5 kota. Yakni Lubuk Pakam, Pematang Siantar, Rantau prapat, Sibolga dan Kabanjahe untuk mencari 9 finalis dari masing-masing kota.

 

Hadiah uang diberikan kepada peserta rangking I sampai 25. Kepada Sukarnedi sebagai juara 1, GCE memberikan hadiah berupa uang tunai Rp 10 juta, Juara II Dede Lioe  menerima uang tunai Rp 6 juta dan Juara III Sarmadoli mendapatkan hadiah  uang tunai Rp 4 juta. Demikian juga hadiah uang dalam jumlah bervariasi dibeirkan kepada ranking 4 hingga ke 25.Kompetisi GCE ini bekerjasama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumut.


 

Penentuan juara didasarkan kepada poin tertinggi/match point dan jika sama ditentukan oleh Direct Encounter, BH, jika sama,  Sonneborn Berger (SB) jika sama dan Progressive Score (PS).

 

Grand Final GCE 2019 dihadiri Brand Manager Galan Kretek, Jaya Gantama dan Ketua Percasi Sumut, Parlindungan Purba serta mewakili Pengurus Pusat Percasi, Agus Subandrijo, SE,MM,FA serta Inspektur pertandingan Dirwan Sinuraya, SH, MN,IA.

 

Brand Manager Galan Keretek, Jaya Gantama mengucapkan selamat kepada peserta GCE 2019 yang berhasil menjadi juara. Ia mengharapkan agar even ini menjadi wahana untuk pecatur pecatur mendapatkan gelar Master. “Kita lihat banyak even even catur tetapi belum tentu di event tersebut bisa mendapatkan gelar Master,” ujarnya.

 

Untuk itu ia berharap para peserta final GCE  setelah ini menginformasikan kepada lingkungannya bahwa ada GCE yang bisa menjadi jalan untuk menjadi Master sehingga dari tahun ke tahun even GCE akan lebih sukses. “Gala Catur Emas menjadi wahana dan jembatan dari seorang pecatur menjadi Master,” tegasnya.



Jaya mengungkapkan banyak event catur, tapi belum bisa mengangkat para pecatur menjadi master, baik menjadi master nasional maupun master internasional."Kita dan Percasi dapat memfasilitasi untuk mendapatkan master catur tersebut," sebut Jaya dalam sambutannya.

 

‎Grand Final GCE Road to Master berlangsung sejak 9 hingga 13 Oktober 2019 di Medan. Melalui kompetisi GCE ini, Jaya berharap dapat menempa bibit baru pecatur."Sehingga tahun ke tahun bisa sukses. Kami harap GCE dari pecatur bisa menjadi master," pungkasnya. Tahun depan, direncanakan GCE akan mengundang pecatur dari negara-negara ASEAN antara lain Vietnam, Malaysia dan Thailand.

 

Ketua Percasi Sumut, Parlindungan Purba mengungkapkan apresiasi terhadap Galan Keretek dengan menggelar GCE 2019.‎"GCE merupakan partisipasi dan bentuk kongkrit dunia usaha kepada dunia olahraga, yakni catur dan kita memberikan apresiasi," tutur Parlindungan Purba dalam sambutannya.

 

Sementara itu mewakili Pengurus Pusat Percasi, Agus Subandrijo, SE,MM,FA memuji semangat tinggi dari para finalis dan berharap tahun depan GCE masih ada lagi. “Pengurus Pusat Percasi sangat mengapresiasi turnamen ini, mudah-mudahan masih ada tahun yang akan datang, Percais Pusat akan selalu mensupport,” ucapnya. 

Ia juga menginformasikan Percasi Pusat kini terus mengupdate regulasi dan software  terbaru agar ke depan tidak lagi banyak pertanyaan terkait pelaksanaan turnamen catur. (ril/ali)


Loading...

Tidak ada komentar