Breaking

Minggu, 28 Oktober 2018

Pondok Zawiyatul Huffazh, Pencetak Penghafal Al-Quran di Medan Utara


Rasulullah bersabda: “Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: ’Wahai Tuhanku bebaskanlah dia.’ Kemudian orang itu dipakaikan mahkota kehormatan.

 Al-Qur’an kembali meminta: ‘Wahai Tuhanku tambahkanlah.’ Maka orang itu dipakaikan jubah karomah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: ‘Wahai Tuhanku ridhoilah dia.’

Maka Allah pun meridhoinya. Dan diperintahkan kepada orang itu: ‘Bacalah dan terus naiki derajat-derajat Surga.’ Dan Allah menambahkan setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan. (HR. Tirmidzi)

Begitu agung dan mulianya penghafal Al Qur’an. Hal ini juga yang membuat pengasuh pondok, Al-Hafizh Khairul Anwar Saragi, SHI, antusias mengembangkan Pondok Penghafal Alqur'an Zawiyatul Huffazh di Pasar VIII Kampung Keluarga, Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan. Sebagai tempat melahirkan generasi muda penghafal Al Qur'an

Ditemui disela acara syukuran Gedung asrama putri Muhaini Shamim Akhter, Ustadz Khairul berterima kasih kepada dr Shahrul Rahman yang sudah membantu terwujudnya pembangunan gedung asrama putri yang diberi nama Muhaini Samim Akhter.

"Pondok Penghafal Alqur'an Zawiyatul Huffazh sudah tiga tahun berdiri. Selama ini kami menyewa beberapa rumah untuk belajar dan sebagai asrama. Alhamdulillah, dr Shahrul Rahman berbaik hati menjadi donatur pembangunan gedung asrama putri Muhaini Shamim Akhter yang hari ini diresmikan," ujar Al-Hafizh Khairul.

"Nantinya, gedung ini dipergunakan buat santriwati yang berasal dari luar daerah, seperti Langkat, Kisaran hingga Labuhan Batu," sambung Sarjana Hukum Islam tersebut.

Gedung asrama putri Muhaini Shamim Akhter terdiri dari dua lantai. Lantai pertama terdiri dari dua ruangan, digunakan sebagai kelas belajar.

Di lantai kedua, ada tiga ruang sebagai asrama tempat tinggal. Masing-masing ruangan bisa menampung 6 santriwati.

Ustad Khairul (kiri)  dan dr Shahrul Rahman beserta keluarga. 

Untuk diketahui, Muhaini Shamim Akhter diambil dari nama ibu mertua dan ibu kandung dr Shahrul Rahman.

Waktu belajar mulai 06.00 WIB sampai dengan 20.30 WIB yang dibagi-bagi menjadi 5 sesi. Dengan teknik setor hafalan. Usia minimal santri yang ingin belajar adalah 10 tahun.

Bagi orangtua yang ingin anaknya menjadi seorang hafidz/hafidzah, direkomendasikan belajar di Pondok Penghafal Alqur'an Zawiyatul Huffazh. Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi 081370284007
082274242839 (wa). (xyz)






loading...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar