News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Warga Medan Denai : Orang Kaya Tinggal di Komplek Gak Ada Otak!!!

Warga Medan Denai : Orang Kaya Tinggal di Komplek Gak Ada Otak!!!

Limbah Perumahan Bisnis Bromo Center


Air yang diduga limbah rumah tangga dari Perumahan Bisnis Bromo Center di Jalan Bromo Medan, mencemari kawasan pemukiman warga di Gang Mesjid Alhidayah, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. 

Air yang beraroma busuk dan berwarna hitam itu, mengalir dari sela- sela tembok pembatas bagian belakang komplek dengan jalan umum, yang juga merupakan areal pemukiman warga. 

Debit air yang mengalir tidak sedikit. Bahkan jika menggenang akan menyulitkan warga untuk melintas. Harus hati- hati dan mengangkat celana atau busana bagian bawah yang dikenakannya. Termasuk juga pengguna jalan yang berkendara, bisa memercikan air dan terkena pejalan kaki yang kebetulan melintas. 

"Wah ini air kok gak habis-habis ya. Beceknya semakin menjadi-jadi. Dasar orang kaya tinggal di komplek tapi gak punya otak, " ungkap seorang ibu (sebut saja Ani-red), yang kebetulan melintas menuju mesjid, Sabtu (3/4/21) sore, sembari mengangkat sarung di bagian mata kaki yang dikenakannya. 

Tak hanya harus repot mengangkat sarung di bagian bawah mata kakinya, Ani juga melapisi dua kakinya dengan kantong plastik, untuk menghindari becek setiap kali dirinya melintas di jalan tersebut. 

Lain lagi Zul, pria tiga anak dan lima cucu ini, setiap kali hendak ke mesjid dan melintas di jalan tersebut, kerap mewanti-wanti para pengendara yang juga kebetulan melintas, untuk pelan-pelan, agar tidak ada cipratan akibat kendaraannya melalui jalan becek itu. 

"Heii... woi...woi... woi... pelan-pelan kau kalo jalan sini, " lontar Zul, usai menunaikan sholat Jumat (2/4/21), sambil menarik keatas sarungnya agar terangkat dari mata kakinya sampai ke betis. 

Persoalan dugaan "air comberan" yang menembus tembok pembatas komplek menggenangi jalan umum di  areal pemukiman warga tersebut, sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan. Bahkan juga menggenangi areal di depan pintu pagar warga. 

"Ya tentu...gak nyaman la pak...setiap kali kita keluar masuk, dari dan ke rumah, harus melewati becek-becek begini. Coba aja penghuni rumah yang mengirim air comberannya di komplek itu, kondisinya seperti saya begini, setiap pagi mau keluar pagi, harus mencium aroma busuk parit dan melewati becek air parit hitam ini. Kira-kira nyaman gak dia? Apalagi sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan, sejak akhir Desember 2020 lalu," papar Sugi, Minggu (4/4/21), yang setiap pagi harus melihat dan merasakan kondisi becek seperti itu. 

Beberapa bulan lalu, Sugi sudah mencoba untuk menemui penghuni rumah di Perumahan Bromo Bisnis Center untuk sama-sama mencari solusinya. Tetapi Sugi hanya diminta untuk bersabar. Dan hingga memasuki April 2021, solusi yang diharapkan Sugi dan warga lainnya tak pernah ada. (*)

Tags

Posting Komentar