Video Hewan Ternak yang Hanyut Ternyata Tidak Terjadi di Medan

 


Video puluhan hewan ternak yang hanyut akibat banjir ternyata bukan terjadi di Medan. 

Faktanya, video tersebut memperlihatkan banjir bandang di Meksiko ketika badai tropis Hanna menyebabkan hujan lebat dan menyebabkan meluapnya sungai Zacualpan pada 26 Juli 2020.

Dilansir India Today, melalui artikel berjudul "Fact Check: Viral video showing cattle being washed away in floodwaters is not from Kerala's Wayanad", dimuat pada 8 Agustus 2020, disebutkan bahwa video tersebut menunjukkan peternakan sapi tersapu banjir di Meksiko. 

Video ditemukan pada situs berbahasa Spanyol comosucedio.com berjudul "Se desborda río Zacualpan en Nayarit y arrastra ganado", dimuat 27 Juli 2020. Berikut isi artikel tersebut:

"SETELAH sisa hujan dari Badai Hanna, Sungai Zacualpan meluap, menyebabkan kerusakan dan ternak terbawa arus. Setelah sisa hujan dari Badai Hanna -sekarang arus sudah mereda dari sungai Zacualpan, di kotamadya Compostela, setelah sebelumnya meluap dan meninggalkan kerusakan pada rumah yang terletak di tepiannya, serta ternak yang berada di daerah penggembalaan.

Halaman Facebook, "Las Varas Nayarit" merilis video Senin lalu yang menunjukkan bagaimana arus, dengan kekuatan besar, berhasil menyeret beberapa ekor ternak. Sejauh ini, situasi hewan-hewan ini dilakukan oleh badan perlindungan sipil kota dan negara bagian untuk menyelamatkan kawanan ini.  Sementara itu, Direktorat Perlindungan Warga dan Pemadam Kebakaran Nayarit mengumumkan bahwa mereka sedang bekerja di lokasi untuk memberikan perlindungan kepada penduduk dan menghadiri keadaan darurat tersebut."

Sementara itu, dilaporkan, tujuh dari 21 kecamatan di Medan terendam banjir. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Medan dan sekitarnya sejak kemarin malam.

"Banjir hari ini sudah merendam 2.773 rumah, 1.983 KK, 5.965 jiwa. Data tersebut terangkum dari tujuh kecamatan dan 13 kelurahan, antara lain Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah, dan Medan Polonia," demikian data dari Pusdalops BPBD Medan, Jumat (4/12).

Banjir ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur Medan dan sekitarnya sejak pukul 22.30 WIB, Kamis (3/12) hingga dini hari tadi. Hujan tersebut membuat air sungai meluap.

Korban tewas akibat banjir di Tanjung Selamat, Medan, bertambah dua orang. Total, ada lima orang yang tewas akibat peristiwa ini.

Camat Sunggal, Ismail, mengatakan petugas Basarnas, BPBD, dan petugas gabungan lainnya masih menyusuri aliran sungai setempat. Pihaknya belum memastikan apakah ada korban yang masih hilang atau tidak. (fm)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar