Mantan Ketua PKNU : UAS Sudah Ditinggalkan Umat, Dukungannya ke Akhyar Tak Ngaruh

 


Pernyataan Ustaz Abdul Somad yang mendukung pasangan calon nomor urut 1 di Pilkada Medan 2020, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, mendapat tanggapan mantan Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama Sumut (PKNU), Muhammad Ikhyar Velayati.


Menurut Ikhyar, karisma dan pesona Ustaz Abdul Somad di mata umat Islam sudah tergerus ketika sosok yang sering disapa UAS ini menggunakan mistikasi dan memanipulasi suara ulama/wali untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019


“Masyarakat masih ingat saat Ustaz Abdul Somad meramal dan melakukan mistikasi bahwa beliau bertemu dengan para Ulama/Wali yang meramalkan Prabowo akan menang dan menjadi Presiden dalam Pilpres 2019. Hal ini di katakan UAS saat wawancara yang ditayangkan TV One, Kamis (11/4/2019), tetapi yang terjadi justru Jokowi yang mendapat mandat dari rakyat serta menang telak dalam Pilpres 2019," ujar Ikhyar Velayati kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (1/12).


"Sejak saat itu karisma serta pesona UAS tergerus dan ditinggalkan oleh umat, khususnya umat Islam Kota Medan. Umat beranggapan bahwa UAS ternyata ustaz yang sangat politis serta pragmatis karena menggunakan dan memanipulasi para suara atau bisikan para wali hanya agar rakyat percaya dan memilih Prabowo," tambahnya.


Ikhyar melanjutkan, masyarakat pun sudah mulai jenuh dan jengah dengan pola-pola kampanye yang menggunakan sentimen agama untuk kepentingan politik sesaat.


“Jadi ketika UAS kembali menggunakan pola-pola yang sama yaitu mistikasi dan memobilisasi sentimen keagamaan untuk kepentingan pragmatis, justru akan menguntungkan pasangan Bobby-Aulia. Masyarakat yang awalnya memilih Akhyar-Salman malah berbalik golput atau justru memilih pasangan Bobby-Aulia disebabkan jenuh dan jengah pada cara-cara yang menggunakan agama untuk kepentingan politik sesaat," jelas Ikhyar yang juga tokoh Aktivis Reformasi 98.


Menurut Ikhyar, keterlibatan UAS pada minggu terakhir kampanye Pilkada Kota Medan adalah cerminan dari paniknya pasangan Akhyar-Salman, karena tidak juga mendapat dukungan dari masyarakat Kota Medan.


Rakyat Kota Medan, lanjut Ikhyar, sebenarnya cukup objektif dan rasional dalam memilih Walikota. Mereka melihat bahwa selama 5 tahun ini Akhyar gagal dalam membangun dan mensejahterakan warga Kota Medan.


"Kondisi ini harusnya menjadi evaluasi bagi partai-partai di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, agar ke depan jangan sekali-kali memilih dan menetapkan pasangan calon Walikota/Bupati yang terbukti gagal walaupun calon tersebut incumbent," demikian Ikhyar Velayati.  (rmol.id)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar