News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kronologi Lengkap Ibu Kandung Bunuh Anaknya, yang Sakit Jantung Jangan Baca!

Kronologi Lengkap Ibu Kandung Bunuh Anaknya, yang Sakit Jantung Jangan Baca!


Kasus ibu bunuh anak kandung hanya karena tidak menurut saat belajar online menggegerkan warga Lebak, Banten. Kasus itu terbongkar setelah warga curiga dengan makam baru di tempat pemakaman umum (TPU) Cijaku, Lebak, Banten.

Belakangan diketahui, mayat yang dikubur adalah Keysya Safiyah (8) bocah asal Tangerang yang dibunuh ibu kandungnya, Lia Handayani (26).

 Peristiwa itu terjadi pada 26 Agustus 2020, namun kasus pembunuhan itu baru terbongkar 13 September 2020 .

Berikut empat fakta kasus pembunuhan anak oleh ibu kandungnya:

1. Belajar Online


Tersangka sekaligus ibu kandung korban, Lia Handayani mengaku tega membunuh anaknya karena kesal Keysya Safiyah (8) tidak memerhatikan arahannya saat belajar online di rumah.

Lia menuturkan, saat kejadian, korban sedang belajar online bersama kembarannya. Namun kembaran korban selalu menurut arahannya.

“Saya nggak punya niatan ngebunuh anak saya. Saya terbawa emosi. Pagi-pagi, sebelum suami saya bangun, saya sama anak-anak bangun dan belajar online. Satunya ngikuti, tapi satunya lagi tidak mau ngikuti,” katanya di Mapolres Lebak, Senin (14/9/2020).

2. Kaki dan Tangan Dipukul Gagang Sapu


Lantaran kesal dengan ulah korban yang tidak menuruti instruksinya, pelaku memukuli kaki dan tangan korban dengan gagang sapu hingga berkali-kali. Pelaku kemudian mendorong anaknya hingga jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri.

“Pas anak saya tidak sadar, saya tidak kepikiran mau dibawa ke rumah sakit. Saya bingung karena takut nanti ditanyain dokter kenapa kok merah-merah badan anak saya,” ucap Lia yang beralamat di Tangerang, Banten itu.

3. Jasad Dibawa ke Lebak dengan Sepeda Motor


Pelaku mengaku panik setelah korban yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara itu meninggal dunia. Suami korban yang mengetahui hal tersebut kemudian membawa jasad korban ke Cijaku, Lebak, Banten untuk dimakamkan.

Dengan mengendarai sepeda motor, mereka awalnya mengunjungi rumah kerabat di Ciijaku dan meminjam cangkul dengan dalih untuk mengubur binatang.

“Saya alasan pinjam cangkul untuk ngubur bangkai binatang,” ucap suami pelaku yang juga ayah korban, Imam Safi’ie.

4. Dikubur Tanpa Kain Kafan


Jasad korban kemudian dimakamkan di TPU Cijaku sembunyi-sembunyi pada 26 Agustus 2020 lalu tanpa kain kafan. Kuburan misterius itu pun mengagetkan warga Cijaku.

Mereka akhirnya baru mengetahui jika gundukan tanah seperti mirip ada jasad yang dimakamkan, Sabtu (12/9/2020) lalu. Warga kemudian melapor ke pihak berwajib dan membongkar makam.

Saat ditemukan, jasad korban nyaris membusuk dengan pakaian lengkap langsung dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. (ins)

Tags

Posting Komentar