Sinabung Makin Sering Erupsi, Pertanda Akan Ada Letusan Besar? Ini Kata Ahlinya...


Saat ini Gunung Sinabung di Sumatera Utara sedang berada dalam status level II atau siaga, Kamis (13/8/2020).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyebutkan sejak tadi pagi hingga siang ini, telah terjadi tiga kali erupsi di Gunung Sinabung.

1. Terjadi pada pukul 06.07 WIB

Erupsi pertama Gunung Sinabung pagi tadi, ketinggian kolom abu yang teramati ternyata mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 3.460 meter di atas permukaan laut.

Erupsi pertama pagi tadi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 11 menit 59 detik.

2. Terjadi pada pukul 08.31 WIB

Erupsi kedua ini terjadi dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 4.460 meter di atas permukaan laut.

Erupsi kedua ini terekam di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 17 menit 15 detik.

3. Terjadi pada pukul 13.08 WIB

Erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 4.460 meter di atas permukaan laut.

Warga memanen kentang dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan material vulkanik di Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8/2020). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi sekitar 20 menit 47 detik.

Sementara itu, pada Senin (10/8/2020) lalu Gunung Sinabung mengalami erupsi pada pukul 10.16 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 5.000 meter di atas puncak.

Selanjutnya disusul dengan erupsi berikutnya pada pukul 11.17 WIB, dengan tinggi kolom abu mencapau sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Lantas, muncul pertanyaan apakah rentetan erupsi Sinabung 2020 yang terjadi dalam beberapa hari ini pertanda akan ada letusan besar dalam waktu dekat?

Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Karo, Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2020). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 2.000 meter, empat kecamatan terkena dampak hujan abu.

Menjawab kegelisahan tersebut, ahli vulkanologi Surono mengatakan erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara itu, saat ini sedang masuk pada periode baru.

"Erupsi saat ini kemungkinan akan seperti dulu, maraton, bukan sprint seperti dulu, artinya bisa berlangsung lama, namun bukan letusan besar," kata Surono seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Hal ini dikarenakan erupsi yang terjadi beberapa hari ini masih di bawah Volcanic Eruption Index (VEI) 3-4. Berbeda dengan yang terjadi saat letusan besar tahun 2010, di mana VEI mencapai 4.

Dijelaskan Surono, maraton yang disebutkan mengartikan erupsi ini tidak selesai-selesai, akan meletus lagi dan lagi dalam kurun waktu yang cukup lama.

"Tapi periode ini entah berapa lama, semoga tidak lama seperti dulu," ujarnya.

Periode lama seperti dulu yang dimaksudkan oleh Surono adalah yang terjadi sepanjang sejarah erupsi Gunung Sinabung sejak tahun 2013 hingga 2018, dan letusannya terjadi secara sporadis.

Patuhi rekomendasi KESDM PVMBG
Surono menegaskan, bila rekomendasi dijalankan dengan baik, termasuk rekomendasi relokasi bisa dijalankan dengan baik, maka risiko bencana akan kecil.

Hal yang perlu diingat oleh masyarakat adalah bahwa gangguan abu vulkanik ini tidak bisa terhindarkan.

Utamanya akan jelas berdampak terhadap tanaman sayuran di sekitar Gunung Sinabung dalam radius lebih kurang 5 meter dan beberapa tempat wisata di Berastagi. (kmp)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar