Setelah Sinabung Erupsi, Muncul Penampakan Awan Tsunami, BMKG : Hati-hati!!!

Awan tsunami di Aceh

Setelah erupsi Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara Sabtu (8/8) sekitar pukul 01.58 WIB.

Warga di Pulau Sumatera dikejutkan dengan fenomena awan tsunami, tepatnya di Meulaboh, Aceh Barat, Senin pagi (10/8/2020).

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, awan badai tersebut terlihat begitu mengerikan, layaknya gelombang air laut yang siap menggulung apa saja yang ada di bawahnya.

Yang membuatnya semakin mengerikan adalah kemunculan awan besar tersebut disertai pula dengan hujan.

"Muncul awan dulu baru hujan. Langit gelap sekali dan tiba-tiba angin kencang," kata warga Meulaboh.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh, Zakaria, menjelaskan awan yang berbentuk seperti gelombang yang menggulung itu adalah awan Arcus.

Zakaria bilang awan itu memang berbentuk gulungan ombak dan bagian dari awan Cumulonibus.

"Awan yang berbentuk seperti ombak yang menggulung namanya awan Arcus atau disebut juga awan Tsunami. Awan ini merupakan bagian dari awan CB (Cumulonimbus)," kata Zakaria saat dikonfirmasi, Senin (10/8).

Zakaria menjelaskan, awan raksasa itu merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level. Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat disertai kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es.

"Awan ini biasanya terjadi di daerah yang tidak begitu luas sehingga tidak dapat dipantau oleh satelit," kata Zakaria.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tak panik dengan fenomena awan Arcus. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Kemudian nelayan untuk tidak melaut sementara waktu, hingga awan tersebut hilang.

"Bila terlihat awan itu agar cepat-cepat mencari perlindungan, jangan bertahan di lapangan terbuka dan bagi nelayan agar segera berlabuh ke darat," katanya. (bbs)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar