2.750 Ton Amonium Nitrat Meledak, Getarannya Setara Gempa 3,3 SR!!!


Sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan dalam gudang pelabuhan diduga menjadi sumber ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) pukul 18.00 waktu setempat. Demikian dikatakan Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab.

Ledakan yang menghasilkan getaran setara 3,3 SR ini membunuh sedikitnya 78 orang warga.

"Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat selama 6 tahun di sebuah gudang tanpa mengambil tindakan pencegahan,yang membahayakan keselamatan warga negara," ujar Hassan.

#PrayForLebanon Menggaung
Apa itu amonium nitrat sampai-sampai bisa menghasilkan ledakan yang begitu besar? Mengutip dari laman Live Science, amonium nitrat atau NH4-NO3 merupakan senyawa kimia yang kerap digunakan untuk meningkatkan kandungan netrogen pada pupuk pertanian.

Senyawa ini relatif stabil dalam sebagian besar kondisi dan murah untuk diproduksi. Karenanya menjadi bahan kimia alternatif populer ketimbang sumber nitrogen lain yang harganya mahal.

Pun begitu amonium nitrat menyimpan bahaya mematikan. Jika bersentuh dengan api atau sumber penyulut lain bisa meledak hebat.

Daya ledak terjadi ketika amonium nitrat padat terurai dengan sangat cepat menjadi dua gas, nitrogen oksida dan uap air.

Karenanya senyawa kimia ini kerap komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.

Kasus Ledakan Akibat Amonium Nitrat
Selain di Lebanon, sudah banyak kasus ledakan yang dipicu amonium nitrat. Bahkan jumlah korbannya pun sampai ratusan jiwa.

Peristiwa itu terjadi pada 16 Apri 1947 di sebuah dermaga di Texas City, Texas, AS saat pengangkutan 2.300 ton pupuk ke kapal pengangkut.

Adapun pemicunya hanya rokok yang dinyalakan oleh buruh pelabuhan. Padahal kala itu pemerintah AS telah mengeluarkan aturan melarang merokok saat proses bongkar muat. Akan tetapi buruh pelabuhan malah kerap merokok selama bertugas.

Saking dahsyatnya, ledakan terdengar hingga 241 kilometer. Bahkan jangkar kapal seberat 1,5 ton saja mampu terlempar sejauh 2 kilometer.

Akibat ledakan ini, sebanyak 581 nyawa melayang dan 3.500 lainnya luka-luka. Kerugian yang ditimbulkan mencapai USD 100 juta.

Tetapi tidak semua bencana yang melibatkan amonium nitrat adalah kecelakaan. Pupuk mengandung amonium nitrat dikemas ke dalam truk sewaan dan digunakan oleh teroris Timothy McVeigh dan Terry Nichols untuk membunuh 168 orang dalam pemboman di Gedung Federal Alfred P. Murrah di Kota Oklahoma pada 1995.

Bahan kimia itu digunakan lagi dalam pemboman klub malam 2002 di Bali yang menewaskan 202 orang, dalam pemboman Oslo 2011 oleh Anders Behring Breivik yang menewaskan delapan orang, dan dalam berbagai serangan teroris lainnya.

Karena bahaya dan potensi penggunaannya oleh teroris, perdagangan amonium nitrat diatur secara ketat di sebagian besar negara, bahkan ada yang melarang. Salah satu yang menjalankan aturan itu adalah Turki.

Sementara di Indonesia sendiri amonium nitrat merupakan bahan kimia yang pemasukannya diatur dengan ketentuan larangan atau pembatasan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 230/MPP/KEP/7/1997.

(dtk)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar