Kisah Luar Biasa Mantan Driver Ojol Asal Medan yang Akhirnya Lulus Perwira TNI AL


Abdul Malik, warga asal Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, mencuri perhatian dalam Pelantikan Perwira Prajurit Karier Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan secara virtual oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada 16 Juli 2020.

Kisah perjuangan Abdul Malik meraih tahap tersebut sangat patut menjadi teladan bagi generasi muda zaman now.

Sejak awal lulus SMA tahun 2012, ia ingin menjadi perwira TNI Angkatan Laut (AL).

Cita citanya itu tak pernah luntur hingga menyandang sarjana komunikasi jebolan Ilmu Komunikasi FISIP UMSU Tahun 2017

Selepas kuliah, Malik sempat menjajal berbagai pekerjaan, di antaranya menjadi staf Humas di RSUP H Adam Malik Medan.

Malik bahkan sempat menjadi driver ojek online (ojol) di Kota Medan.

Pemuda yang kini resmi menyandang pangkat Letnan Dua itu mengaku sudah beberapa kali gugur dalam tes rekrutmen TNI, Polri, PNS bahkan BUMN.

Bahkan bila ditotal, kekalahannya lebih dari 10 jari tangan.

"Tapi memang sesuatu yang besar itu sulit dapatnya. Ya, untuk saat ini, ini pencapaian terbesarku manjadi perwira di TNI. Saya yakin setiap orang punya pencapaian besar yang dinginkan masing-masing," ujar Letda Abdul Malik, seperti dikutip dari Tribun Medan, Rabu (22/7/2020) siang.

Sebagai satu dari sekian nama yang diterbangkan untuk mengikuti pendidikan Pertama Perwira TNI Sumber Sarjana di Magelang pada 6 Januari 2020, baginya momen itu adalah kado spesial.

Sebab, tiga hari berselang adalah ulang tahunnya ke-26.

Bagi Malik, ini adalah jawaban dari rentetan kekalahan yang diterimanya.

Ia menyampaikan tidak pernah kecewa atas kekalahan yang dialami selama ini.

"Bagiku kekalahan itu sesuatu yang paling mungkin terjadi. Namun kekalahan yang paling pasti itu ketika kita tidak pernah mencoba. Jadi aku mencoba setiap ada kesempatan tanpa berharap lolos, lolos itu bagiku hanya bonus," ujarnya.

Ia menyampaikan, keluarga khususnya orangtua adalah sumber semangat yang memotivasi setiap saat.

Apalagi ayahanda merupakan pensiunan TNI-AL yang lulus dari pendidikan tamtama.

"Waktu aku lulus, ayahku udah pensiun dari TNI dengan pangkat Serma," tambahnya.

“Aku udah berjanji kepada diriku sendiri, aku harus jadi anak yg membanggakan," katanya.

Hampir 7 tahun lebih ia mencoba peruntungan mengikuti setiap pembukaan TNI-Polri.

Malik mengaku tak ada persiapan khusus saat mendaftar menjadi anggota TNI-Polri.

Soal kebugaran tubuh, diakuinya memang bukan merupakan masalah.

Selama ini ia mengaku rutin berolahraga.

Ia menganggap kesehatan bukanlah beban, melainkan kebutuhan.

Alasan lainnya kekokohan semangatnya, Malik menilai semua orang punya jatah gagal.

"Sehingga aku tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk mengurangi total takdir kekalahan dalam perjalanan hidupku," kenangnya.

Kepada generasi muda, Malik berpesan untuk bersikukuh memperjuangan apa yang dicita-citalan.

"Pesan untuk generasi muda, gagal itu hanya untuk orang yang takut mencoba, simpan alasan sampahmu dan mulailah mencoba berjuang menjadi apapun yang kau inginkan," pungkasnya. (net)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar