Awas Terkena Mentalitas Kepiting, Iri dengan Kesuksesan Orang Lain, Ini Cara Menghilangkannya


Pernahkah Anda memerhatikan kepiting-kepiting yang ada di dalam satu ember? Jika pernah, Anda akan melihat kepiting-kepiting yang mencapit satu sama lain, lalu salah satunya berusaha untuk naik.

Inilah awal mulai dari munculnya terminologi mentalitas kepiting atau  crab mentality.

Jika hanya ada satu ekor kepiting, mungkin ia dapat naik dan keluar dari ember. Akan tetapi, jika ada "teman-teman kepiting" lainnya, mereka akan tetap berada di ember dan berakhir bersama.

Mungkin, di kehidupan nyata, Anda seringkali mengalaminya. Terkadang Anda merasa didorong untuk memilih antara keluar dari "ember" dan menjaga hubungan sosial.

Mengapa kepiting saling mencapit satu sama lain?


Habitat kepiting bukan di dalam ember. Mereka tumbuh dan berevolusi ditepi pantai di mana saling berdekatan satu sama lain menjadi strategi bertahan hidup.

Seekor kepiting tidak sadar saat berusaha menahan temannya. Mereka melakukannya dengan tujuan untuk saling menyelamatkan.

Perilaku tersebut merupakan pilihan alaminya. Namun, sikap ini juga sering dianalogikan sebagai perilaku egois dan iri terhadap kesukesesan orang lain.

Melansir Pscychology Today, crab mentality adalah analogi dari perilaku egois tersebut. Saat salah satu kepiting berusaha keluar, kepiting lain berusaha menahannya.

Perilaku serupa juga tampak pada manusia, meskipun dalam kondisi yang berbeda.

Misalnya, kerap kali ada segelintir orang yang berusaha menjatuhkan individu lain yang hendak maju, seperti dengan meremehkan hingga memanipulasi.

Mentalitas ini seringkali membuat seseorang mengalami kesulitan untuk menghargai pencapaian orang lain sehingga muncul rasa iri dan berupaya membuat orang tersebut ada di kondisi yang sama.

Penyebab mentalitas kepiting


Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya crab mentality, di antaranya adalah manusia sebagai makhluk sosial yang saling bergantung dalam hidupnya.

Hidup berkelompok, selain kemudahan untuk mencapai tujuan bersama, juga berarti adanya persaingan yang konstan dalam hal makanan dan pasangan atau teman.

Crab mentality pun terjadi karena berbagai faktor dari kondisi tersebut, mulai dari malu, dendam, cemburu, hingga sifat kompetitif itu sendiri.

Kondisi ini menghasilkan hubungan yang tidak sehat dalam sebuah kelompok.

Meskipun mentalitas kepiting dapat terasa positif bagi yang melakukan, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa perasaan tersebut tidak bertahan lama.

Sebab, akan selalu ada orang yang lebih pintar, lebih berkembang, dan beruntung daripada orang lain.

Cara mencegah dampak mentalitas kepiting
Berikut adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk "berdamai" dengan perasaan-perasaan yang menjadi penyebab crab mentality:


  1. Gigih/tekun
  2. Terus menambah nilai pada diri sendiri
  3. Menjadi contoh atau model bagi orang lain
  4. Tetap bersemangat dengan apapun yang tengah dilakukan
  5. Tetap bertahan meski gagal


Hal-hal tersebut dapat menambah kepercayaan dan nilai pada diri sendiri sehingga tetap berada pada kondisi yang tidak dapat dipengaruhi oleh crab mentality.

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar