Ekonomi Lagi Sulit, 50 Anggota DPRD Medan Dapat Tablet dan Laptop Senilai Rp1,4 Miliar


Pandemi covid-19 atau virus corona belum usai. Ekonomi rakyat semakin sulit.

Hotel, pusat perbelanjaan, restoran atau warung masih tutup. Akibatnya banyak pekerja yang mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 Di tengah kesulitan ekonomi masyarakat, justru 50 anggota DPRD Kota Medan malah akan mendapat 'jatah' atau fasilitas penunjang kinerjanya berupa tablet dan laptop.

Bahkan, tablet yang akan dibagikan kepada 50 anggota dewan itu sudah tiba di gedung DPRD Medan, Selasa 9 Juni 2020.

"Ya, dewan akan dapat fasilitas berupa tablet dan laptop," ujar Kabag Umum Sekretariat DPRD Medan, Andi Syukur Harahap, ketika dikonfirmasi, Rabu (10/6/2020).

"Tablet sudah tiba, laptopnya masih dalam proses pengiriman ke sini, begitu kita terima langsung dibagikan kepada anggota dewan," imbuhnya.

Andi menyebut tablet dan laptop merupakan fasilitas yang disediakan oleh Sekretariat DPRD guna menunjang kinerja anggota dewan.

Menurutnya, setiap periode anggota dewan mendapat fasilitas berupa laptop. "Periode sebelumnya itu hanya laptop, untuk periode ini ditambah dengan tablet. Sekarang sudah zaman teknologi, ini juga dalam rangka mengurangi penggunaan kertas (paper less). Sejumlah daerah bahkan sudah melakukan lebih dahulu," ungkapnya.

Andi mengatakan, fasilitas laptop beserta tablet yang diberikan kepada anggota dewan merupakan inventaris dari Sekretariat DPRD.

 "Jadi begitu masa jabatan berakhir tablet dan laptop ditarik kembali," tuturnya.

Informasi yang dihimpun tablet yang diberikan kepada anggota dewan adalah jenis Samsung S6 senilai Rp 6.645.000, dan laptop merk HP seharga Rp 22.350.000 atau totalnya Rp 28.995.000. Jika dikalikan 50 anggota dewan maka total biaya yang dihabiskan lebih dari Rp 1,4 Miliar.

Selain mendapat laptop dan tablet, anggota DPRD Medan juga mendapat fasilitas asisten pribadi yang akan bertugas mengurusi administrasi setiap anggota dewan.

"Jadi di setiap ruangan anggota dewan akan ada asisten pribadi," ujar Kabag Umum Sekretariat DPRD Medan, Andi Syukur Harahap, ketika dikonfirmasi, Selasa (9/6/2020).

Andi mengaku asisten pribadi tersebut tidak direkrut secara khusus. Namun, manfaatkan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang sudah ada di Sekretariat DPRD Medan.

 "Tugas asisten pribadi itu mengatur jadwal, apa saja kegiatan anggota dewan. Selama ini kan tidak ada, makanya difasilitasi," ungkapnya. (mb)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar