Seram... Harimau Berkeliaran di Daerah Langkat, Seorang Petani dan Hewan Ternak Tewas Dimangsa

Ilustrasi penampakan harimau

Warga Langkat, Sumatera Utara yang bermukim maupun berladang di kawasan pinggiran hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat, Provinsi Sumatera Utara, harap harap cemas.

 Harimau sumatera masih terus berkeliaran memasuki kawasan perladangan warga, setelah sebelumnya, harimau yang berdiam di TNGL memangsa hewan ternak/sapi di Kecamatan Bahorok belum lama ini, dan memangsa seorang petani di Kecamatan Besitang, Langkat pada 4 April 2020.

Jumat, 8 Mei 2020, harimau sumatra ini kembali muncul dan dilihat warga Dusun Aras Napal, Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang, Langkat. Harimau itu berkeliaran di kawasan jalan menuju Aras Napal via Tekong Kodam Bawah.

Amri (36) warga Dusun Kodam Bawah, bersama rekannya Kepala Dusun Aras Napal Kiri dan Kepala Dusun Aras Napal Kanan,

Kecamatan Besitang, Jumat lalu pada pukul 21.00 WIB melihat harimau di Jalan Aras Napal, ketika mereka pulang dari tugas menjaga Posko Covid-19 di desaanya.

"Saat pulang malam Sabtu, harimau besar terlihat, siangnya kami melapor terkait keberadaan harimau Sumatera, tim dari TNGL yang dipimpin Jamal selaku Kepala Resort Sei Betung, Sontana Petugas BBKSDA, Baron Perwakilan dari OIC, Kepala Dusun Aras Napal Kanan, Kadus Aras Napal Kiri, Kadus Kodam Bawah, serta beberapa orang warga, mengecek lokasi tempat harimau berkeliaran, Sabtu (9/5/2020)," ungkap Amri.

Dari hasil peninjauan di lapangan, sebut Amri, ditemukan banyak jejak tapak kaki harimau, bahkan di salah satu titik lokasi munculnya harimau, ditemukan kotoran harimau, yang diprediksi baru satu malam.

"Setelah peninjauan lokasi, saudara Jamal langsung melaporkan hasil pantauan kepada atasannya Octo Manik Kasi Wil VI TNGL Besitang, lalu beliau diperintahkan langsung untuk memasang kamera jebakan sebagai modal melakukan antisipasi tindakan yang diperlukan selanjutnya.

Benar saja sekitar pukul 13.00 WIB tim kembali datang ke lokasi untuk memasang kamera jebakan. Ketika di dalam hutan, tim menemukan satu jerat seling baja yang baru saja dipasang oleh para pemburu liar," sebutnya.

Jamal selaku Kepala Resort Sei Betung, mengatakan, diduga kuat jerat seling baja itu adalah jebakan harimau, mengingat ukuran seling baja dan cara memasakan jerat tersebut.

Menurut warga Aras Napal, setelah melakukan peninjauan, petugas TNGL dan BB KSDA bersama tiga kepala dusun, menemui Kepala Desa Bukit Mas, Wahid. Sang Kepala Desapun melayangkan surat kepada pihak TNGL, yang isinya, pihak TNGL melakukan pembersihan kiri kana jalan dari dan menuju Aras Napal untuk mengantisipasi, supaya warga tidak lagi berpapasan dengan harimau.

"Intinya, warga berharap agar segera mendapat solusi yang terbaik demi ketentraman dan kenyamanan warga yang melintas," ungkap warga Aras Napal.

Tewas Dimangsa Harimau

Sebelumnya, Ramelan (42) tahun, seorang petani warga Dusun Pir Lok I Desa Harapan makmur Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu 4 April 2020 malam jam 23.00 WIB ditemukan telah tewas dalam kondisi mengenaskan, akibat dimangsa harimau.

Tubuhnya penuh luka robek dibagian kepala, perut hingga pinggul, paha, dan luka lainnya akibat bekas gigitan dan cakaran harimau di Dusun Sei Bamban Desa Pir ADB Kecamatan Besitang, Langkat.

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar