Disela Heboh Konser BPIP, Muhammadiyah Donasikan Rp130 M dan Kerahkan 60.000 Relawan

Muhammadiyah Donasikan Rp130 M

Disela-sela kehebohan akibat pro dan kontra konser penggalangan dana covid-19 oleh BPIP, Muhammadiyah sudah menggelontorkan dana Rp130 Miliar dan mengerahkan 60.000 relawan untuk membantu  dan merawat korban terpapar covid-19. Dan itu belum termasuk biaya yang dikeluarkan Rumah Sakit (RS)  Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi  Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah  dr. Corona Rintawan, Sp.EM yang kerap dipanggil  “dr. Co”.

“Data relawan baik itu petugas rumah sakit maupun relawan di luar rumah sakit sekitar 60.000 relawan. Semua lini relawan baik fokus di pencegahan ataupun penanganan,” katanya seperti dikutip BinisNews.id dari data MPI PP Muhammadiyah  di Jakarta.

Selain itu melalui gerakan – gerakan yang telah dilakukan ini tercatat bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah telah  berdonasi dengan dana sekitar Rp130 miliar untuk mendukung program – program pencegahan Covid-19 dalam kegiatan edukasi promotif yang tidak termasuk dalam dana rumah sakit.

"Donasi sebesar Rp130 miliar  ini di luar biaya yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit (RS)  Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia," kata dr. Co lagi.

Sementara, para relawan yang terjaring ini merupakan inisiatif dalam menggerakkan sumber daya yang dimiliki oleh Muhammadiyah, yaitu ratusan rumah sakit dan perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia untuk bersama dalam satuan tugas MCCC menangani pandemi Covid-19.

Bantuan Medis dan Nonmedis


Dilaporkan bahwa rincian relawan Muhammadiyah di antaranya terdiri dari sektor medis dan non medis dari pimpinan pusat hingga pimpinan ranting. Berdasarkan data yang ada, sektor medis yang bergerak sekitar 2.396 dokter, 7.225 perawat, 1.333 bidan, 1.255 penunjang medis, 1.009 petugas farmasi, 700 gizi dan 6.482 umum di rumah sakit.

Sedangkan pada sektor nonmedis diantaranya 30 psikolog, 62 staf psikososial, 32 staf logistik, 45 staf administrasi dan beberapa jajaran pimpinan pusat, wilayah, cabang hingga ranting di seluruh Indonesia.

Dr Corona juga menjelaskan sejak 6 Maret 2020 Muhammadiyah membentuk satuan tugas, yaitu MCCC untuk bergerak menangani penyebaran Covid-19 ini. Tentunya bersama dengan relawan Muhammadiyah yang terhimpun, beberapa gerakan telah dilaksanakan sejak lama melalui sosialasi dan instruksi.

"Dalam hal ini,  peran relawan Muhammadiyah adalah ikut membantu memasifkan apa yang diintruksikan oleh pimpinan seperti adanya himbauan social distancing, pemakaian masker, disinfeksi, edukasi promotif serta mengaktifkan rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan Covid-19," tegas dr Co. (bisnisnews)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar