Sadis!! Bocah Ditampar, Disodomi, Dibenam ke Lumpur, Pelakunya Senyum Difoto!

Pembunuhan sadis di Doloksanggul, Humbahas

Pembunuhan DM (13) oleh Juprianto Munthe (32), warga Lumban Payung Desa Bonanionan, Kecamatan Doloksanggul, Humbahas, terbilang sadis. Setelah ditampar sekuat tenaga, dubur ditusuk dan dibenamkan ke lumpur hingga tewas.

Kepala Kepolisian Resor Humbanghasundutan melalui Paur subbag Humas Bripka SB Lolo Bako mengungkapkan bahwa DM (13) ditemukan tewas dengan sejumlah luka akibat aniaya dan dibenam ke dalam lumpur.

"Berdasarkan bukti yang cukup, Juprianto Munthe ditahan karena melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa anak di bawah umur atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia," terang Bripka Lolo dalam keterangan resminya yang diterima ANTARA, Sabtu (4/4).

Motif sakit hati mendengar perkataan kasar yang dilontarkan DM disebut menjadi alasan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Pengakuan pelaku, jawaban korban yang sedang asyik memancing dan dimintai alat pancing ikan menimbulkan sakit hati pelaku," sebutnya.

Jasad korban DM, warga Lumban Siambaton, Doloksanggul, Humbahas ditemukan Kamis (2/4) malam sekira pukul 19.00 WIB, di Perladangan Parsambilan Dusun Siambaton, Desa Sirisirisi, Doloksanggul, dengan sejumlah luka memar di bagian wajah sebelah kanan, bibir dalam dan luar, telinga mengeluarkan darah, serta luka lainnya.

Luka-luka pada jasad remaja yang semasa hidup masih duduk dibangku kelas 2 SLTP itu awalnya diperiksa di RSUD Doloksanggul, dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan otopsi.

Dari hasil penyelidikan petugas, di hari naas tersebut korban memancing ikan di lokasi kejadian yang berjarak sekitar 2 Km dari rumahnya.

Tersangka Juprianto yang mengaku meminjam alat pancing milik korban mendapatkan jawaban kasar.

"Tersangka langsung menampar wajah korban pada bagian mulut dan bagian telinga sebelah kanan sekuat tenaga, serta mencekik leher korban," jelas Bripka Loko.

Pengakuan selanjutnya, pelaku mengambil sebatang kayu dengan ukuran 25 cm berdiameter 3 cm, dan menusukkannya ke dubur korban, lalu  mengangkat tubuh korban ke dalam parit berlumpur dengan kedalaman air  50 cm atau setinggi lutut orang dewasa dan menenggelamkan korban hingga tidak bernafas lagi, dan kemudian jasadnya ditinggalkan begitu saja.

"Hasil otopsi terdapat luka pada bagian wajah, dagu, leher sebelah kanan dan kiri, luka memar di bibir luar dan dalam, luka lecet di perut bagian kanan (akibat dari kekerasan benda tumpul). Di dubur korban terluka 2 cm, (diduga sementara korban disodomi), keluar darah dari telinga kanan dan hidung akibat ada tanda-tanda kekerasan di bagian wajah. Hasil kesimpulan sementara, korban meninggal karena masuknya lumpur ke dalam saluran pernafasan (korban di benam ke dalam lumpur)," urainya. (antara)

Bagikan Gratis :


Loading...