Hape Disita saat Ujian, Wali Murid Bawa Pistol Aniaya Kepala Sekolah SMAN 10


Pihak sekolah tidak menyangka, kebijakannya untuk mengumpulkan ponsel siswa saat ujian berlangsung itu akan berujung pada aksi kekerasan oleh seorang wali murid.

Usai ujian sekolah berlangsung, sore harinya ada seorang wali murid yang datang ke sekolah.

Warga sekolah yang saat itu masih berada lokasi tiba-tiba dikagetkan dengan suara letusan keras. Kemudian, mereka berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri.

Terlihat membawa pistol, seorang wali murid yang datang ke sekolah itu mengamuk dan sempat memukul kepala sekolah.

Aniaya kepala sekolah


Setelah mendengar suara letusan itu, kepala sekolah ke luar.

Di halaman sekolah, terlihat seorang wali murid membawa pistol mengamuk dan membentak kepala sekolah.

Tak hanya itu, wali murid tersebut juga sempat memukul kepala sekolah.

Kepsek mencoba menghindar dengan menangkis pukulan tersebut. Karena merasa belum puas, pelaku langsung menyingkap sebagian bajunya dan terlihat jelas pistol terselip di pinggangnya.

Bahkan, wali murid itu juga sempat mengambil kayu tongkat pramuka. Beruntung, kayu tersebut tidak jadi di pukulkan kepala sekolah.

Kasus kekerasan yang terjadi di SMAN 10 Tanjung Jabung Barat, Jambi, tersebut bermula saat pihak sekolah meminta seluruh siswa menyerahkan ponselnya ketika ujian berlangsung.

Namun, disaat siswa lainnya sudah menyerahkan ponselnya, ada seorang siswa yang tidak mematuhi perintah tersebut.

Saat diketahui pihak sekolah, seorang siswa itu mengaku tidak berani menyerahkan ponselnya karena orangtuanya tidak mengizinkan.

Karena hal tersebut merupakan aturan sekolah, akhirnya ponsel siswa tersebut tetap disita sementara oleh pihak sekolah.

“Siswa bersangkutan beralasan orangtuanya tidak mengizinkan HP tersebut dikumpulkan. Demi kebersamaan kedudukan siswa dalam penegakan aturan, kepsek tetap meminta HP tersebut dan meminta siswa menginformasikan ke orangtuanya,” terang Lukman, Ketua PGRI Provinsi Jambi seperti dilansir dari Tribun Jambi, Sabtu (7/3/2020).

PGRI turun tangan


Ketua PGRI Provinsi Jambi, Lukman tidak terima dengan aksi arogan yang dilakukan wali murid tersebut terhadap kepala sekolah di SMAN 10 Tanjab Barat.

Setelah melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan setempat, pihaknya langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi.

Pihaknya, juga akan melakukan pendampingan hukum kepada kepala sekolah tersebut di pengadilan.

”Tadi sudah dilaporkan ke Disdik dan sudah dimusyawarahkan dengan PGRI dan pengawas. Dari kesepakatan tadi akan melaporkan ke pihak yang berwajib,” kata Plt Kadis Pendidikan Provinsi Jambi, Syahran.

Sementara itu, Wakapolres Tanjung Jabung Barat Kompol Wirmanto mengaku sudah mendapatkan laporan tersebut.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendalaman penyelidikan terkait aksi arogan yang dilakukan seorang wali murid itu.

"Iya, sudah ada laporan, tadi kita juga sudah bertemu dengan PGRI," katanya. (kmp)

Bagikan Gratis :


Loading...