Bandal Kali Ah! ODP Corona di Sumut Tolak Diisolasi, Identitasnya Bakal Diumumkan!


Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut membenarkan bertambahnya 1 lagi kasus positif virus corona (covid-19) di Sumatra Utara. Sehingga total di Sumut menjadi 2 kasus.

Pasien yang positif itu adalah bagian dari beberapa orang berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang sedang diisolasi di RSUP Haji Adam Malik Medan saat ini.

Alwi Mujahit Hasibuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut mengatakan pertambahan itu bukan suatu yang mengherankan. Antara lain dipicu dari tidak patuhnya para ODP (orang dalam pemantauan) menjalani isolasi diri di rumahnya masing-masing.

"Itu kemarin apa yang terjadi hari ini karena ODP kita tidak patuh kemarin itu," ujar Alwi Mujahit Hasibuan, menjawab wartawan usai konfrensi pers Gugus Tugas di Gedung Lama Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (19/03/2020).

Karenanya, kata Alwi Mujahit yang juga Kadis Kesehatan Sumut itu, diminta agar para ODP tetap berada di rumah selama 14 hari atau jangan keluyuran serta memeriksakan diri bila terjadi gangguan. "Tapi mereka tidak berkenan," kata Alwi.

Karena banyak ODP yang tidak patuh, kata Alwi, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah ODP di Sumut dalam 2 minggu ke depan.

Lebih lanjut Alwi menegaskan langkah pihaknya memutus penularan covid-19 dengan melakukan penelusuran, termasuk orang-orang yang pernah kontak langsung dengan 2 orang di Sumut yang sudah dinyatakan positif covid-19.

Langkah lainnya adalah dengan melakukan penyelidikan epidimeologi. Sehingga didapatkan ODP-ODP baru, yang diharapkan berdiam di rumah saja selama 14 hari sampai dinyatakan sehat.

Kemudian memutus penularan juga dengan dijalankannya social distancing (menjaga jarak orang per orang). "Paling tidak jaraknya satu meter, seperti itu," ujarnya.

"Kalau sekarang menurut saya mereka (para ODP) sudah patuh. Tapi kalau ada yang tidak patuh juga, mungkin kita bila diperlukan melibatkan aparat keamanan, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak, bukan orang per orang lagi," kata Alwi.

Kemudian bagi ODP yang bandal, Alwi Mujahit mengancam akan membukan identitas mereka ke publik.

"Saya justru mau mengumumkan ODP ini kalau bandal. Karena ini ya sebenarnya bukan orang sakit ya, tapi dia berpotensi untuk menyebarkan dan sebagainya. Nanti kita umumkan kalau dia tidak patuh, termasuk itu barangkali supaya ia mendapat sanksi sosial dari masyarakat," pungkas Alwi.

Bagikan Gratis :


Loading...