Tak Bisa Kerjain PR, Bocah SD Dianiaya Ibu Tiri di Simalungun, Dipukuli, Ditempeleng, Dijambak


Tak bisa mengerjakan PR, seorang ibu tega menganiaya anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Dia berkali-kali mencambuk anak perempuannya dengan ikat pinggang dan lima kali menempeleng wajah korban.

Peristiwa penganiayaan anak ini terjadi di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku kekerasan diduga ibu tiri korban.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 42 detik, tampak ibu dan anak sedang berada di teras rumah. Pelaku kekerasan awalnya memarahi anaknya diduga lantaran tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah.

Pelaku menunjuk ke arah buku tulis kemudian mencambuk korban dengan ikat pinggang. Meski bocah perempuan sudah menangis histeris, namun pelaku tetap menganiayanya.

Bahkan ketika korban coba menjauh, pelaku menjambak rambut dan menyeretnya. Kemudian dia menempeleng wajah korban hingga lima kali.

Pihak sekolah yang dikonfirmasi membenarkan bocah tersebut merupakan salah satu peserta didik. Korban selama ini dikenal sebagai anak yang aktif dan periang.

“Di sekolah anaknya seperti siswa lain, orangnya mau belajar,” kata Rosintauli Pasaribu, guru korban, Senin (17/2/2020).

Dia mengaku menyayangkan jika ada orang tua yang mengajarkan anak belajar dengan cara kekerasan.

“Memang tak sewajarnya mendidik anak seperti itu,” katanya.

Pantauan di rumah yang menjadi lokasi video penganiayaan tersebut dalam kondisi terkunci. Keterangan di lapangan, keduanya sudah diamankan polisi untuk diambil keterangan atas video yang viral tersebut. (inews)

Bagikan Gratis :


Loading...