Header Ads

Trotoar Alun Alun Stabat Bertahun Kumuh dan Mengintai Mangsa


Ada yang aneh jika kita mengamati berbagai pembangunan insprastruktur dan fasilitas umum (fasum) di wilayah kompleks perkantoran Pemkab Langkat. Pembangunan fasum yang merupakan bagian aset daerah, seperti lebih mengedepankan unsur kepentingan.

Salah satu yang sangat mencolok, mengenai rehab trotoar fasum di sekitar Rumah Dinas Bupati Langkat hingga di depan SMAN 1 Stabat, sejatinya kondisi trotoar tersebut masih sangat layak kondosinya. Namun karena diduga ada unsur kepentingan oknum-oknum pejabat terkait, trotoar yang masih layak tersebut dibongkar dan terus direhab hampir setiap tahun anggaran.

Namun entah karena para pejabat di instansi yang berwenang dengan keindahan pertamanan dan fasum kota terlalu buta dan hanya Asal Bapak Senang (ABS), trotoar yang terletak di sepanjang lapangan Stadion Sepak Bola Alun Alun Stabat, malah bertahun-tahun dibiarkan kumuh serta berlubang menunggu mangsa.

Padahal, di lapangan Stadion Sepak Bola Alun Alun ini, merupakan satu-satunya stadion olahraga kebanggan warga Stabat yang selama ini dibangun dan mendapatkan anggaran perawatan dari APBD Pemkab Langkat, namun kondisinya sangat memprihatinkan.

Kendati posisinya berada tidak jauh dari Kantor Bupati dan persis di depan Kantor DPRD Langkat, namun mata pejabat Pemkab Langkat, politisi serta pejabat di instansi terkait seperti tertutup.

Di sekitar lapangan Stadiun Alun Alun terlihat kotor, menyemak dan lubang-lubang trotoar yang menganga, terus dibiarkan menunggu mangsa. Padahal, setiap hari, baik siang atau malam, lokasi tersebut dimanfaatkan untuk lokasi bersantai dan berdagang.

"Kita tidak mengerti apa sebenarnya yang ada dipemikiran Bupati, elit politik yang selama ini duduk di kantor dewan yang megah. Begitu juga dengan pejabat di instansi terkait, mengapa trotoar di sekitar Rumah Dinas Bupati dan di depan SMAN 1 Stabat terus yang direhab. Padahal kondisinya masih cukup baik dan layak. Yang menjadi pertanyaan, mengapa sudah bertahun-tahun trotoar di sekitar lapangan Stadion Alun Alun Stabat ini dibiarkan berlobang, kumuh serta sengaja dibiarkan tidak terawat. Lobang-lobang trotoar yang kondisinya sudah rapuh, dibiarkan menganga menunggu korban dan jadi tempat penimbunan sampah. Kemana anggaran perawatannya selama ini?" ujar Sapril, SH, salah seorang pemerhati hukum di Stabat kepada Posmetro-Medan.com, Jum'at (10/1/2020).

Menurut warga Stabat yang berprofesi sebagai pengacara ini, apa mungkin Pemkab Langkat mau menanggung biaya pengobatan jika ada masyarakat yang terperosok ke trotoar itu.

"Karena, jika ada masyarakat yang menjadi korban terperosok ke dalam lobang trotoar yang sengaja dibiarkan menganga bertahun-tahun, itu sudah jadi tanggungjawab Pemkab Langkat. Karena Pemda setempat dinilai lalai hingga menyebabkan orang lain celaka," ujarnya.

Tidak hanya Sapril SH yang mempersoalkan kelalaian Pemkab Langkat, begitu juga para pengunjung dan pedagang di sekitar lapangan Stadion Alun Alun Stabat, mayoritas berharap para pejabat terkait lebih peka menyikapi permasalahan fasum yang nyaris tidak pernah dirawat selama bertahun-tahun itu.

"Seharusnya pihak Pemkab Langkat lebih peka dengan kondisi trotoar ini. Sebentar lagi ada perlehelatan pameran akbar pesta HUT Kabupaten Langkat. Setiap tahun dilaksanakan, tapi kok bisa pejabat terkait gak peduli dengan kondisi fasum yang ada," ujar beberapa warga yang ditemui media ini yang sedang bersantai di sekitar lokasi trotoar yang menganga.(lkt-1)

Bagikan Gratis :


Loading...