Header Ads

Toke Gudang BBM Arogan! 2 ABG Dipijak-pijak Hingga Sekarat, Ratusan Warga Ngamuk

Toke gudang bbm aniaya bocah
Ratusan warga di depan rumah pelaku penganiayaan dua remaja.

Amuk massa terjadi di Kel. Sei Berombang, Kec. Panai Hilir, Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis malam (23/1/2020). Akibatnya, 4 unit rumah toko (ruko) rusak.

Insiden amuk massa ini merupakan dampak dari penganiayaan secara brutal terhadap 2 ABG hingga sekarat, setelah tertangkap mencuri 5 liter solar di gudang milik AS di Lingkungan VI, kelurahan setempat.

Sementara, keluarga orangtua dua remaja tersebut mau bertanggungjawab menganti kerugian BBM yang hilang.

Kapolres Labuhanbatu AKBP. Agus Darojat ketika dihubungi, Jumat (24/1) sore membenarkan kejadian tersebut dan mengantisipasi kerusuhan terkait peristiwa itu.

Sementara pihaknya belum dapat menyimpulkan peristiwa ini dapat memicu Suku Ras dan Agama (SARA) di  daerah. "Ya, saya masih di lokasi nih," katanya singkat.

Berdasarkan informasi, sebelum amuk massa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, warga melihat 2 orang anak dibawah umur bernama AD (14) dan PT (14) dianiaya AS, pemilik gudang BBM yang merupakan warga Sei Berombang.

Tak terima atas tindakan AS yang main hakim sendiri, sebelumnya warga sempat melerai. Sayangnya, upaya warga itu justru tak digubris pelaku hingga akhirnya memicu pertengkaran.

Ketegangan pun semakin tinggi. Sejumlah warga yang terima atas tingkah AS pun turut meradang. Takut menjadi sasaran amuk massa yang semakin ramai, AS akhirnya kabur menyelamatkan diri masuk ke rumah BC.

Situaasi kian memanas, karena AS yang bersembunyi di dalam rumah BC tak kunjung keluar, meski warga memintanya untuk menemui mereka.

Untuk memastikan keberadaan AS, pihak kepolisian dan Kepala Lingkungan setempat yang turun ke lapangan, bersama keluarga korban akhirnya memutuskan memeriksa masuk ke dalam rumah BC. Tapi AS tidak ditemukan. Diduga pelaku sudah kabur dari pintu belakang.

Tak puas dengan hal itu, massa terus bersorak didepan rumah BC dan mulai tak terkendali. Entah siapa yang memprovokasi, tiba-tiba saja sudah terjadi pelemparam kayu dan batu ke arah rumah BC.

Petugas Kepolisian Sektor Panai Hilir sempat berupaya meredam sambil mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan anarkis. Namun, usaha tersebut sia-sia karena massa semakin membludak.

Tidak hanya rumah BC yang menjadi sasaran, karena setelah melampiaskan emosinya, massa kemudian bergerak menuju rumah orang tua AS yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah BC.

Massa kembali melakukan aksi melempar, merobohkan pagar, pintu, memaksa masuk kedalam rumah hingga merusak barang yang ada didalam rumah secara brutal.

Usai melepaskan amarah, hingga menyebabkan empat bangunan ruko rusak, secara berangsur-angsur massa membubarkan diri. Jumat dinihari (24/1/2020) sekitar pukul, 01.00 WIB, situasi akhirnya berhasil dikendalikan petugas.

Hasil penyelidikan sementara, 4 ruko dipastikan rusak, meski belum diketahui angka kerugiannya. Sementara amuk massa itu diketahui terjadi secara spontan. Apalagi lokasi kejadian berada di Jalan lintas Kota Sei Berombang yang padat pengendara yang diduga kuat ikut membuat suasana semakin kisruh.

Terkait hal ini, Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, melalui Kasatreskrim AKP Jamakita Purba menjelaskan, pasca tindak penganiayaan, kedua korban, AD dan AP yang keduanya warga Lingkungan VI Gang Aman, Kel. Sei Berombang, Kec. Panai Hilir, masih menjalani perawatan di Puskesmas Sei Berombang dan rencananya akan dirujuk ke RSUD Rantauprapat.

“Saat ini kita sudah mengamankan terduga pelaku sekaligus pemilik gudang bersama saudaranya, untuk dilakukan proses penyelidikan lanjut,” ujarnya. (ols)


Bagikan Gratis :


Loading...