Terbongkar!!! Masa Lalu Pemilik Cafe di Medan yang Bunuh Tukang Palak, Ternyata....

Mahyudi, pemilik delicious mie aceh tersangka pembunuh tukang palak di medan

Mahyudi ditetapkan sebagai tersangka. Pemilik Delicious Mie Aceh Pasar Baru, Jalan Pasar Baru No 14, Titi Rantai, Medan Baru ini membunuh Abadi Bangun (42), warga Jalan Bahagia, Gang Budi Utomo, No 163, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, karena memalak dagangan.

Kronologi lengkapnya baca di sini.

Di media sosial, seorang warganet asal Aceh menceritakan masa lalu Mahyudi. Pria bernama Mustaqsir tersebut juga menggalang dukungan agar Mahyudi dibebebaskan. Berikut postingan Mustaqsir yang mendapat tanggapan ratusan kali di facebook :

awalnya saya kaget membaca sebuah berita heroik tentang pembunuhan preman/begal oleh warga aceh d medan...sy berfikir mereka pasti sdh kehilangan kesabaran krn terus d palak preman tersebut tanpa mau mempedulikan kerugian yg mereka alami dr aksinya.

tp ketika melihat foto mahyudi, pemilik cafe delicous mie aceh medan tersebut mata saya berhenti berkedip sesaat...saya memandang foto tsb agk lama, sy seolah blm bisa percaya klu itu mahyudi...sy sdh hampir tdk ingat nmnya...tapi ketika melihat fotonya saya yakin itu mahyudi walau lbh dr 20 tahun kami sdh tdk pernah berjumpa lagi.

mahyudi berasal dr sebuah desa terpencil d sebuah kecamatan kabupaten pidie(nm desanya akn sy sebutkan d akhir cerita ini...!) mahyudi mempunyai seorang kakak perempuan dan abang...tp sayang...sang abang  meninggal d usia yg sangat belia...!

mahyudi kecil adalah seorang anak yg pendiam, jauh dr sifat nakal sbg kebiasaan seorang anak kecil...! d rumoh beut( balai pengajian) mahyudi juga tergolong pintar krn tdk banyak bertingkah ketika guru sdg mengajar mengaji.

nah...knp sy mengetahui sekelumit kisah tentang mahyudi? yg berita heroiknya menjadi viral krn membunuh preman/begal dlm rangka mempertahankan marwah dan dirinya?

mahyudi adalah sahabat kecil saya...saya yakin dia juga masih mengenal saya walau kami sdh tdk pernah berjumpa lbh dr 20 thn lamanya, saat kecil saya d adopsi nenek mulai dr kls 1 Madrasah(MIN) smp dgn kelas 6 d desa menasah baro kemukiman beurabo kecamatan padang tiji kebupaten pidie...yg juga merupakan desa kelahiran mahyudi...! desa tersebut bisa d katakan desa yg amat tertinggal, listrik baru masuk sktr thn 1995an...! masa2 kecil kami d kampung nenek sy tersebut praktis kami jalani tanpa penerangan listrik PLN dan nonton televisi, tp tinggal d desa terpencil bkn berarti tanpa kenangan indah...sepulang sekolah atau selesai mengaji...mandi atau nyemplung ke sungai adalah kenangan terindah kami masa itu termasuk mahyudi, kami juga sering naik bukit mencari jemblang(boh jambee kleng) menyusuri bukit dr desa kami sampai kecamatan batee, pidie ketika musim jemblang tersebut tiba.

thn 1993 sy meninggalkan kampung nenek untuk mondok k sebuah pesantren, semua teman2 kecil d kampung nenekpun otomatis sy tinggalkan,termasuk mahyudi...! klupun libur sy sdh jarang pulang k kampung nenek, krn nenek dan kakek sdh meninggal...! saat konflik aceh mendera... sy mendengar byk anak2 muda d kampung nenek(mungkin termasuk mahyudi) pergi merantau keluar aceh krn situasi d kampung sgt tdk kondusif untuk beraktifitas...!

melalui berita ini pula saya mengetahui klu mahyudi sdh sukses dan memiliki cafe dan bbrp karyawan...sungguh perjuangan yg luarbiasa dr seorang mahyudi walau hrs berdarah2 mempertahankannya dr manusia2 berhati bejat dan salah urus.

bebaskan mahyudi dan teman2nya...! mereka adalah pejuang bagi keluarga dan orang2 d kampungnya...! mereka bukan pembunuh...! mereka adalah pahlawan.

Bagikan Gratis :


Loading...