Header Ads

Keberatan Dipungli, Puluhan Pegawai Kapus Tg.Beringin Temui Kadiskes Langkat


Puluhan pegawai yang terdiri tenaga medis dan dokter Puskesmas Tanjung Beringin, Kec.Hinai, Kab.Langkat, menemui Kepala Dinas Kesehatan Langkat, dr.Sofyan Armaya, Kamis (26/12/2019).

Informasi yang diterima media ini dari beberapa pegawai Puskesmas Tg.Beringin mengatakan, bahwa kedatangan mereka menemui Kadis Kesehatan Langkat selain untuk silatuhrahmi, juga untuk melaporkan tindakan sepihak Kapus Tg.Beringin, dr.Irsyam Risdawati, yang sebelumnya memaksa agar seluruh pegawai kesehatan di puskesmas yang dipimpinnya saat menerima Tunjangan Kinerja (Tukin) wajib dipotong Rp200 ribu per orang.

Sehingga, seluruh pegawai dan dokter Puskesmas Tg.Beringin merasa keberatan.

Sebab, ujar mereka, beberapa bulan lalu juga terjadi pemotongan TUKIN sebesar Rp200 rb per orang utk membeli kertas (ATK) demi menunjang Akreditasi status Puskemas Tg.Beringin.

Dari pantauan media ini, puluhan pegawai 'terzolimi' ini berada di ruangan Kadiskes sekitar 30 menit.

Para pegawai juga merasa keberatan jika mereka dihitung absen hingga tanggal 31 Desember 2019. Padahal, kata mereka, para pegawai belum menjalani kerja sampai akhir bulan.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Langkat, dr.Sofyan Armaya, saat hendak dikonfirmasi media ini usai menerima keluhan para pegawai puskemas tersebut belum berhasil. Berulangkali pintu ruangan kerjanya diketuk, namun tidak ada sahutan sama sekali dari ajudan dan staf Kadis yang ada di ruangan pertemuan tersebut.

Namun, Sekretaris Dinas Kesehatan Langkat, dr.Ansyari, menemui media ini dan mengatakan bahwa permasalahan di Puskesmas Tg.Beringin sudah selesai.

"Gak ada masalah, kok. Semua udah klear. Gk ada pemotongan apa-apa. Tadi udah dijelaskan jika gak ada lagi upaya pemotongan dana apapun yang merupakan hak pegawai puskesmas yang dipotong," ujarnya.

Mengenai ancaman Kapus Tg.Beringin bahwa dr.Irsyam Risdawati tidak akan mau menandatangani pencairan berbagai hak pegawai di akhir tahun berupa, tunjangan pelayanan medis BPJS, Jamperasal, BOK dan TUKIN.

"Saya jamin. Kalau sudah saatnya cair, Kapus akan menandatanganinya. Gak akan ada pemotongan apa-apa. Kalau ada pemotongan, silahkan abang temui saya," ujar Ansyari dan meminta agar jangan diberitakan.

Sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Puskesmas Tanjung Beringin, Kab.Langkat, dr.Irsyam Risdawati, M.Kes, tega melakukan pungli sebesar Rp200 ribu dari masing-masing pekerja dan petugas kesehatan di Puskesmas yang dia pimpin.

Alasannya, pungli dana TUKIN ini sengaja dilakukan dengan dalih untuk penunjang capaian perolehan Akreditasi peningkatan status puskesmas yang dia pimpin.

Informasi yang diterima Posmetro-Medan.com dari sumber-sumber terpercaya di lingkungan jajaran Dinas Kesehatan Langkat, menyebutkan, bahwa sudah beberapa Kepala Puskesmas Tanjung Beringin ini "memeras" keringat hampir seluruh pegawai kesehatan dan medis di tempat kerjanya yang jumlahnya mencapai 64 orang.

Artinya, agar bisa menikmati anggaran yang memang dianggarkan untuk berbagai kebutuhan dan peruntukan di Puskesmas tersebut.

"Coba bayangkan, Bang, dengan dalih sebagai upaya memperoleh akreditasi penilaian kenaikan status Puskesmas. Masak iya, hampir semua pekerja di Puskesmas ini dimintai uang pribadi untuk membeli cat pagar Puskesmas. Kemudian pegawai kesehatan dan staf puskesmas jg wajib membeli cat tembok di ruang kerja masing-masing dengan modus yang sama yakni untuk penunjang perolehan status akreditasi," ujar sumber media ini, Sabtu (20/12/2019).

Bahkan, lanjut para sumber, dr.Irsyam yang selama ini dikenal sering mengucapkan ancaman akan memberi pelajaran kepada para pegawai kesehatan jika tidak menuruti semua permintaannya.

Sementara itu, Kapus Tanjung Beringin, dr.Irsyam Risdawati, saat dikonfirmasi Posmetro-Medan.com terkait dugaan pungli dana TUKIN seluruh pegawai kesehatan, baik petugas medis, Bidan Desa, Perawat dan Dokter masing-masing Rp200 ribu per orang, coba menghindar seolah meminta perlindungan oknum-oknum salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kab.Langkat.

"Silahkan bapak tanyakan ke Bu Maya istri Pak Ucok," dalihnya.

Saat dijelaskan bahwa masalah anggaran puskesmas dan dugaan pungli dana TUKIN para pegawai Puskesmas merupakan tanggungjawab dirinya sebagai pimpinan sekaligus notabene selaku Pengguna Anggaran di Puskesmas Tg.Beringin, tidak ada sangkut pautnya dengan Bu Maya, dr.Irsyam tetap keukeuh malah minta diperjelas dugaan penyimpangan anggaran serta penyalahgunaan kewenangannya untuk melakukan pungli.

"Maya itu bagian pembenahan puskesmas," ujarnya singkat tanpa mau menjelaskan dugaan berbagai penyalahgunaan anggaran puskesmas yang dia pimpin, karena selalu memanfaatkan dana pribadi seluruh pegawainya untuk kepentingan pribadinya.(lkt-1)

Loading...