News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

GEMARSU Minta Poldasu Periksa Zainuddin Purba dan Tangkap Pelaku Penganiaya Aktivis di Langkat

GEMARSU Minta Poldasu Periksa Zainuddin Purba dan Tangkap Pelaku Penganiaya Aktivis di Langkat

Gerakan Mahasiswa Perubahan Sumatera Utara (GEMARSU)


Seratusan aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Perubahan Sumatera Utara (GEMARSU), menyambangi Markas Polda Sumut di Jln.Sisingamangaraja, Km.10,5, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (18/03/2021), sekira pukul 13.30 Wib.

Para orator mahasiswa berteriak untuk memeriksa mantan Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba, terkait dugaan korupsi mark-up anggaran penyewaan kolam renang dan Convention Hall Ovany sebagai Kantor DPRD Kota Binjai sementara TA 2017, 2018 dan 2019 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp1,2 miliar, serta anggaran perjalanan dinas fiktif.

"Itu makanya kami datang ke Polda Sumut untuk melaporkan masalah dugaan indikasi korupsi mark-up anggaran  perjalanan dinas DPRD Binjai fiktif dan dugaan korupsi mark-up sewa kolam renang Convention Hall Ovany sebagai Kantor DPRD Kota Binjai sementara TA 2017, 2018 dan 2019," ujar orator GEMARSU, Ahmed Jibril Hasibuan dan M.Rasyid Padang, bergantian.

Bukan itu saja, ratusan aktivis GEMARSU juga berorasi mengenai penanganan kasus penganiayaan aktivis mahasiswa yang mengkritisi Kabupaten Langkat Sejuta Lubang, pada Senin (15/02/2021) lalu, oleh preman yang diduga dari salah satu ormas kepemudaan di Stabat, Kab.Langkat, dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi dengan Nomor : STTLP/347/II/2021/SUMUT/SPKT 'I' yang ditandatangani Ka.Siaga I, Kompol Saiful.

"Saya, selaku korban penganiayaan, meminta agar Kejatisu serius menangani pelaporan penganiayaan yang ditangani Direskrimum Poldasu. Karena, sebagai aktivis mahasiswa, kami tidak terima jika premanisme berkuasa dan selalu mengintimidasi setiap ada aktivis yang menyuarakan haknya mengkritisi kebijakan Bupati Langkat yang dinilai mengabaikan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan serta sarana dan prasarana jalan yang baik," ujar Fikri.

Dalam kesempatan itu, Fikri menyesalkan lambannya penanganan kasus penganiayaan yang dialaminya.

"Sudah sebulan lebih kasus penganiayaan yang saya alami saya laporkan. Semua tahapan sudah dilaksanakan sampai olah TKP. Bahkan, kami juga membantu tugas pihak penyidik dengan menyampaikan identitas dan nama yang diduga sebagai pelaku penganiayaan. Tapi kok sampai sekarang pelaku belum ditangkap juga," ujar Fikri dalam orasinya.

Aksi aktivis GEMARSU tersebut dikawal puluhan polisi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Ratusan aktivis diterima perwira bagian Humas Poldasu, Kompol T.Matanari.

Menurut Kompol T.Matanari, pihaknya minta agar aktivis GEMARSU membuat laporan langsung terkait dugaan korupsi yang diduga dilakukan mantan Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba., agar pihaknya bisa memanggil dan memeriksa yang bersangkutan.

"Coba masalah Zainuddin Purba ini kalian bikin laporan ke kami. Biar kita bisa melakukan pemeriksaan. Kalau mengenai pelaporan penganiayaan, saya kira alangkah lebih baik lagi kalau adik mahasiswa yang jadi korban didampingi teman-temannya ini, bertanya langsung kepada penyidik. Silahkan tanya langsung. Kami tidak mungkin menghalangi. Meski begitu, apa yang adik-adik sampaikan ini, akan saya sampai kepada pimpinan," ujar Kompol Matanari.

Akhirnya, aktivis mahasiswa membubarkan diri dan sempat mengucapkan terimakasih kepada jajaran kepolisian karena sudah memberikan pengawalan atas kegiatan aksi mahasiswa.(Rudi)

Tags

Posting Komentar