News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

DPD ALAM AKSI Akan Demo di Poldasu

DPD ALAM AKSI Akan Demo di Poldasu

 Terkait Pelaporan Dugaan Korupsi Rp250 Juta di KPU Binjai



Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPD ALAM AKSI) Binjai-Langkat, akan melakukan aksi demo di Mapolda Sumut, Senin ( 15/03/2021).

Aksi tersebut dilaksanakan terkait kasus dugaan korupsi dan dugaan Pencurian Uang serta sebanyak 1.191 Hologram KPU yang selama ini ditangani Polres Binjai.

Menurut Koordinator Aksi DPD ALAM AKSI, Andika Perdana dan Koordinator Lapangan, Riski Hariasyah Putra, dalam surat pemberitahuan kegiatan aksi bernomor 054/DPD/ALAMAKSI/PEMB/B/III/2021 menjelskan bahwa aksi tersebut dilakukan karena DPD ALAM AKSI menilai penangan kasus korupsi senilai Rp250 juta  dan pencurian Hologram KPU Kota Binjai, diduga telah dipeti-es kan.

Dalam surat DPD MAKSI AKSI tersebut dijelaskan bahwa aksi yang mereka lakukan di Mapolda Sumut pada Senin (15/03/2021) besok, berdasarkan temuan yang mereka rangkum terdapat selisih nilai penerimaan, belanja dan sisa kas hibah dari Kas KPU Kota Binjai Tahun 2016 dengan kode Satker KPU Kota Binjai 656052 dengan data Saiba Dasar Penyusunan Laporan Keuangan sebagai berikut : Nilai Penerimaan Rp14.000.000.000 dengan nilai belanja Rp11.272.906.114. Sementara nilai pengembalian anggaran sebesar Rp2.727.093.886.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh BPK RI, dengan Nomor : 19b/HP/XIV/5/2016 pada tanggal 25 Mei 2016 terdapat temuan sebagai berikut, Nilai Sisa Kas dalam neraca Satker sebesar Rp2.727.093.886 dan nilai kas bukan dalam bentuk kas rill sebesarRp250.000.000,- dengan urain kasus kas hilang dalam kasus Pencurian Brankas yang terjadi di dalam Kantor. Pada hasil cek fisik gudang Kantor KPU Kota Binjain nilai keterdediaan terdapat Rp445.679.181 Biaya Anggaran untuk stok opname dilakukan sebelum penyelanggaran Pilkada (31 Desember 2015). Namun, ironisnya pihak BPK RI tidak dapat melaksanakan uji petik stock opname persediaan di KPU.

Selanjutnya, mengenai hilangnya Hologram KPU pada Pilkada Kota Binjai sebanyak 1.191 lembar pada Senin (02/11/2015) lalu padahal akan dipakai di 397 TPS.

Sudah bertahun-tahun kasus dugaan korupsi KPU Binjai sebesar Rp250 juta serta hilangnya 1.191 hologram KPU ditangani Polres Binjai, namun hingga saat ini kasusnya seperti ngambang, bahkan terkesan di peti-eskan.

"Kami minta agar Polda Sumut mengambil alih kasusnya dan segeraenetapkan para tersangka yang terlibat," ujar Andika Pradana didampingi Riski Harisyah Putra dalam suratnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Binjai, Zulfan Effendi, ST, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, namun tidak aktif. Begitu juga saat dikonfirmasi melalui layanan Short Massage Service, kendati laporannya terkirim, namun tidak kunjung dibalas.(Rudi)

Tags

Posting Komentar