News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Aneh Tapi Nyata! Protes Galian C, 15 Warga Bahorok Malah Dipolisikan

Aneh Tapi Nyata! Protes Galian C, 15 Warga Bahorok Malah Dipolisikan

Galian C di Langkat


Aneh tapi nyata. Belasan warga yang memprotes keberadaan usaha galian C yang diduga illegal di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, malah dipolisikan oleh pihak pengusaha ke Poldasu.

Salah satu warga Bahorok yang saat ini berstatus terlapor, Rahman, mengatakan, pihak pengusaha melaporkan warga karena dinilai menghalangi atau menghambat usaha mereka.

“Ada 15 orang warga Bahorok yang dilaporkan, termasuk saya. Baru Selasa (23/03/2021) kemarin kami datang ke Polda Sumut untuk dimintai keterangan,” kata Rahman, kepada wartawan, Rabu (25/03/2021).

Rahman menjelaskan, aksi massa Bahorok yang melakukan protes terhadap Galian C itu tidak dikomandoi oleh siapa pun dan murni merupakan inisiatip warga karena mereka merasa terganggu dengan aktivitas usaha pengerukan material galian C tersebut.

“Lokasi galian C sangat dekat dengan permukiman warga, hanya berjarak sekitar 50-80 meter. Karena warga terganggu, warga pun turun dan meminta agar galian bergeser untuk lebih jauh dari permukiman,” ungkapnya.

Setelah peristiwa itu, akhirnya 15 orang warga dilaporkan pihak pengusaha.

Warga merasa heran, jika benar usaha pengerukan galian C tersebut legal atau memiliki ijin,  seharusnya ada ijin dampak lingkunhan (HO) karena dekat dengan pemukiman warga. Bahkan, warga sekitar tidak pernah didatangi pihak pemerintah atau dinas yang mengeluarkan perijinan saat survey lapangan.

“Memang menurut mereka, usaha itu ada izinnya. Meski begitu, mereka juga tidak dapat sembarangan mengeruk, harus ikuti aturan yang ditetapkan,” kata Rahman.

Rahman membeberkan, persoalan Galian C di Timbang Lawan ini, sudah pernah dirapatkan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan pihak terkait dari Provinsi Sumut, maupun instansi terkait di Kabupaten Langkat.

“Rapat ini sekitar tanggal 23 Oktober 2020 lalu. Saat itu masyarakat juga hadir,” sebutnya.

Dalam rapat itu ditegaskan, bahwa galian C tidak diizinkan mengeruk material satu kilometer dari bawah jembatan dan 500 meter di atas jembatan.

Selain itu, sambung Rahman, pengusaha harus memasang patok larangan agar diketahui mana wilayahnya sesuai izin yang diberikan.

“Tapi patok tidak ditemukan. Bahkan penggalian material sempat dilakukan tak jauh dari jembatan. Meski pelanggaran sudah dilakukan, tetapi galian tetap berjalan,” bebernya.

Rahman berharap, sepanjang 9,5 kilometer Sungai Bahorok terbebas dari galian C.

“Sungai Bahorok nadinya warga Bahorok. Di sana ada wisata, di sana ada areal persawahan, dan budidaya ikan. Karena itu, kami hanya ingin 9,5 Km itu bebas galian C,” harapnya.(Rudi)

Tags

Posting Komentar