Luar Biasa! Pegawai Honorer Samsat UPT Brandan Tilep Rp1,3 M Uang Pajak

 


Sunggu beruntung nasib Mujianto alias Anto (38), warga Jalan Gang Dodol, Paya Kanan, Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, meski statusnya hanya pegawai outsourcing dipercaya mengelola dan menilap uang ratusan juta dari wajib pajak. Selasa (16/02/21).


Mujianto alias Anto ini  bekerja di kantor Sistim Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) UPT P Brandan, mampu memainkan perannya sebagai pengepul pajak kendaraan sehingga berhasil membawa kabur seluruh uangnya dengan bermodalkan Surat Jalan dari Plt Kasubdit Gakkum Dir Lantas Polda Sumut untuk mengelabui para korbannya.


Hingga saat ini, keberadaan Mujianto tidak diketahui, dirinya kabur saat warga mencari-cari dirinya guna mempertanyakan kabar tentang kepengurusan surat-surat kendaraan mereka yang tidak kunjung selesai. Hingga akhirnya, puluhan warga yang merasa ditipu oleh pelaku, Selasa (16/02/21) siang, meminta pertanggungjawaban pegawai outsourcing itu dengan mendatangi Kantor Samsat UPT Pkl.Brandan.


Menurut keterangan beberapa warga mereka mengaku sudah menyetor sejumlah uang kepada pelaku Mujianto alias Anto, bahkan kelengkapan administrasi surat-surat kendaraan seperti STNK dan bahkan BPKB kepemilikan kendaraan juga sudah diberikan kepada pelaku.


Salah seorang warga bernama Dian (42) mengatakan, bahwa dirinya bersama abangnya telah menyerahkan uang sebesar Rp10.400.000,- untuk mengurus pajak kendaraan dan ganti plat satu unit dump truck BK 9637 BA. 


"Tapi kenapa hingga dua bulan belum siap juga dan kabarnya si Anto melarikan diri," ujarnya penuh kekesalan.


Kekecewaan juga diungkapkan warga bernama A Peng. Warga Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat ini menjelaskan bahwa dirinya mengurus pajak dan mutasi kendaraan, dengan menyerahkan uang sebanyak Rp6.600.000,- dan BPKB serta STNK kepada Anto.


“Sudah 10 bulan kok belum juga selesai. Setiap kali datang menjumpai dia (Anto-Red), dia beralasan belum siap, dan selalu menyerahkan surat keterangan jalan yang ditandatangani oleh Plt Kasubdit Gakkum Dir Lantas Polda Sumut AKBP Endang Hemawan SH," kesal A Peng.


Selain uang, warga juga cemas dimana surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor milik warga, berupa BPKB dan STNK yang diserahkan saat pengurusan berada ditangan Anto turut raib. Surat-surat kelengkapan kendaraan mereka saat ini keberadaannya tidak diketahui.


Sementara itu, Kepala UPT Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah ( BP2RD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Pangkalan Brandan, Muhammad Azmi, S.Sos, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya mengatakan, bahwa pelaku atas nama Mujianto,  merupakan karyawan vendor di Kantor Samsat UPT Pkl.Berandan dari PT.Delta Mitra Masyarakat.


"Tadi bersama perwakilan warga dan Anggota Komisi A DPRD Langkat yang datang kemari, kita bersama-sama membuka brankas tempat Mujianto bekerja, ternyata berkas dan surat BPKB serta STNK warga tidak ada," ucapnya.


Sejauh ini, lanjut Muhammad Azmi, ada puluhan warga yang melaporkan bahwa total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Anehnya, pelaku Mujianto diketahui sudah dipecat dari vendor PT Delta Mitra Masyarakat.


"Kepada warga, kita sarankan untuk menghubungi dan menjumpai kakak pelaku di Simpang Jalan Gotong Royong, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan. Karena menurut informasi, BPKB dan STNK warga dititipkan kepada beliau. Selanjutnya, kita akan koordinasi dengan atasan. Selain itu, kepada warga yang merasa ditipu kita menganjurkan untuk membuat laporan ke penegak hukum dan mencari solusi lainnya tentang keringanan biaya pembayaran pajak dan mutasi serta BBN terhadap warga yang menjadi korban penipuan," ujarnya.


Adapun modus yang dilakukan oleh Mujianto dalam melakukan penipuan dan penggelapan uang wajib pajak kendaraan bermotor, baik uang pembayaran pajak kendaraan maupun uang mutasi kendaraan serta BBN, selalu modusnya belum selesai dan berbekal surat jalan dari polisi itu.


Tidak tanggung-tanggung, dari kabar yang berkembang di masyarakat, uang hasil penggelapan pajak kendaraan yang dilakukan pelaku ini totalnya mencapai Rp1,3 milyar.


Anehnya, kendati selama pelaku menjalankan aksinya dan belum ada melakukan print out pembaruab blanko pajak atau STNK, pihak UPT Samsat Pkl.Brandan tidak pernah curiga dan terkesan sengaja dibiarkan.(rd)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar