Lambannya Kinerja Kejatisu, Gempala Tuding Indikasi Main Mata Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bupati Langkat


Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Langkat (Gempala) kembali melakukan aksi unjuk rasa dan menuding Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) 'main mata' atas dugaan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Langkat. 


Pasalnya, sejak Gempala melaporkan secara resmi kasus dugaan korupsi Bupati Langkat, pada, Jum'at (29/01/2021) lalu, sejauh ini belum ada tindakkan nyata pihak Kejatisu menyikapi laporan tersebut.


"Hari ini kami kembali datang untuk mempertanyakan sudah sejauh mana tindaklanjut laporan kita. Serta bagaimana laporan yang pernah kami buat ke Kejati Sumut dalam kasus korupsi yang ada di Kabupaten Langkat. Sebab sejauh ini kami belum mendengar sudah sejauh mana laporan ini mereka tangani," tegas koordinator Gempala, Kokoh Aprianta Bangun, di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Kamis (11/02/2021).


Menurut massa aksi, pihak Kejati Sumut seperti "bermain mata" dengan kasus dugaan korupsi Bupati Langkat selaku terlapor dalam laporan mereka tersebut.


"Kami melaporkan terkait dana alokasi khusus (DAK) yang diduga diselewengkan Bupati Langkat, tapi sampai sekarang tidak juga dijadikan landasan oleh Kejati Sumut untuk memproses laporan kami. Itu artinya, kami berhak menduga kalau di sini ada permainan yang dilakukan oleh Kejati Sumut dan juga Bupati Langkat," tudingnya lagi.


Ditambahkan Kokoh Afrianta Bangun, mereka telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Kejati Sumut.


"Secara resmi kami sudah laporkan semuanya. Bahkan registrasi tanda terimanya pun ada," ujarnya.


Saat ditanyakan jika laporan mereka tidak kuga ditindaklanjuti oleh pihak Kejatisu, Gempala berencana akan melakukan aksi kembali dengan massa yang lebih besar.(lkt-1)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar