Kasus Penganiayaan Aktivis Langkat, MN FSM Minta Kompolnas, LPSK, Komnas HAM dan Menko Polkuham Untuk Turun Gunung


Majelis Nasional Forum Silaturrahmi Mahasiswa yang dipimpin Muhammad Mas'ud Silalahi, meminta Kompolnas, LPSK, Komnas HAM dan Menko Polhukam turun gunung untuk kasus penganiayaan aktifis di Langkat atas nama Ahmad Zulfahmi Fikri (Kader Himpunan Mahasiswa Islam) oleh orang tidak dikenal (OTK) sesuai surat laporan pelaku ke Mapolda Sumatera Utara dengan Laporan Polisi Nomor : LP/347/II/2021/SUMUT/SPKT 'I' tanggal 15 Februari 2021, pukul 20.46 WIB.


Mas'ud Silalahi meminta Ketua Kompolnas RI di Jakarta untuk mengawasi penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah di Sumatera Utara hingga mengungkap dalang dibalik penganiayaan, pengancaman dan pembungkaman demokrasi dengan bersinergi ke Komnas HAM RI.


"Begitu juga dengan LPSK untuk perlindungan dan jaminan keselamatan bagi korban. Kami juga meminta kepada Menko Polhukam untuk memberikan perhatian secara serius kepada Ahmad Zulfahmi Fikri selaku (Korban Penganiayaan) di Kabupaten Langkat.


Sebagaimana diketahui  sebelum terjadi penganiayaan, Tokoh Pemuda yang akrab dipanggil Fikri ini baru saja melakukan audensi dengan Bupati Langkat, Terbit Rencana PA, Wakil Bupati Langkat Syah Afandin, Sekda Langkat dr.Indra Salahuddin, Kadis PUPR Subiyanto, Kadis Kominfo H.Syahmadi, sejumlah staf ahli, nggota DPRD Provsu, Zainudin Purba, dan Ketua Satgas Pemuda Marga Silema (PMS) Langkat Edi Bahagia.


Dalam audensi tersebut membahas masalah sarana dan prasarana jalan yang rusak. Sehingga Kabupaten Langkat dijuluki Kabupaten Langkat Sejuta Lubang.


Sebagaimana biasanya pada saat audensi, Bupati Langkat sempat mengucapkan terimakasihnya atas kritikan yang disampaikan Tokoh Pemuda Langkat, Ahmad Zulfahmi Fikri dan rekan-rekannya. 


Dalam audensi itu, banyak dibahas Bupati yang minta agar Fikri dan kawan-kawan jangan hanya mengkritisi masalah jalan dan pengaspalan, melainkan harus mengkritisi masalah narkoba juga.


"Pada intinya Pemkab Langkat sudah berusaha memperbaiki dan membangun jalan. Begitu juga jalan provinsi, kalau itu gawean provinsi. Kita hanya terbentur masalah anggaran," ujar Bupati.


Sementara itu, Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin, mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Asosiasi Pemuda Langkat (Aspal) yang selama ini telah menjuluki Kabupaten Langkat Sejuta Lubang.


"Saat ini kalian memakai baju kaus untuk menjumpai Bupati yang hari ini menggunakan baju batik berkepala Macan. Jadi kalian sekarang sudah masuk ke sarang macan," ujar Wabup.


Dalam pertemuan itu, baik Bupati Langkat, Wakil Bupati dan Zainudin Purba, bergantian menyampaikan tanggapannya terkait permasalahan jalan yang selama ini menjadi tranding tofik di berbagai media massa online yang disebarkan melalui media sosial.


Sayangnya, usai pertemuan di Kantor Bupati Langkat tersebut, di saat Fikri dan teman-temannya kembali ke markas aktivis di Cafe

Lajor Kopi Jalan Sudirman Stabat, Fikri lamgsung dianiaya oleh dua Orang Tak Dikenal (OTK) yang mengendarai sepeda motor. Sehingga membuat memar dibeberapa bagian tubuhnya.


"Jangan ikut campur kau sama urusan Bupati" ujar preman tersebut sembari memberikan pukulan dan tendangan ke arah wajah dan tubuh Fikri.(lkt-1)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar