Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  INI MEDAN BUNG
Kadisdik Langkat Ikuti Surat Edaran Kadisdik Sumut
Sabtu, 4 Juli 2009 | 09:10
Pungli di Sekolah 'Direstui'

Sabtu, 4 Juli 2009
STABAT-Walaupun pemerintah telah mengalokasikan 20% duit APBN untuk sektor pendidikan, namun untuk memperoleh pendidikan gratis di sekolah negeri nampaknya masih mimpi di siang bolong, khususnya bagi warga miskin Langkat.

Pergantian Kadis (Kepala Dinas) Pendidikan dan Pengajaran dari Dra. Hj. Ajizah kepada Drs. Sulistianto juga ternyata tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya.

Komentar pedas ini dilontarkan oleh Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara, Togar Lubis, kepada Wartawan di Stabat, kemarin (3/7), menyikapi maraknya aksi pungutan dilakukan pihak sekolah negeri di Langkat sehubungan dengan dimulainya Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2009/2010.

Menurut Togar Lubis, berdasarkan data diterima pihaknya, sejak menjabat sebagai Pelaksana Kadis, Dikjar Drs. Sulistianto kerap mengeluarkan kebijakan bertentangan dengan peraturan dan surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Salah satunya menurut Togar, beredarnya surat ditujukan kepada sejumlah kepala sekolah penerima DAK 2009 yang intinya agar pelaksanaan rehab sekolah dengan dana DAK dilakukan pihak ketiga atau rekanan.

Kebijakan lainnya dianggap tidak berpihak kepada program wajib belajar 12 tahun dikeluarkan Drs. Sulistianto adalah diterbitkannya surat edaran ditujukan kepada seluruh Kasek SMA dan SMK Negeri se-kabupaten Langkat yang intinya bahwa Dikjar Kab. Langkat menyetujui dilakukannya pungutan biaya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Surat itu bertanggal 16 Juni 2009 dan ditandatangani Drs. Sulistianto selaku Kadis P dan P Langkat.

Surat itu merupakan balasan atas surat diajukan Kasek SMA Negeri Stabat perihal biaya pendaftaran siswa baru. Dalam surat itu, Drs. S. Pranoto selaku Kasek SMAN Stabat menyebutkan bahwa berdasarkan hasil rapat dengan Komite sekolah telah disepakati memungut biaya penerimaan siswa baru dengan perincian, biaya fotocopy dan ATK masing-masing 2 ribu rupiah/siswa, uang lelah panitia dan makan siang serta snack masing-masing 6 ribu rupiah/siswa dan biaya pelaporan 4 ribu rupiah/siswa dengan total biaya yang dipungut adalah Rp.20 ribu/siswa yang mendaftar.

Walaupun dalam surat itu disebutkan bahwa besarnya biaya merupakan hasil keputusan antara kasek dan pengurus komite sekolah dan diatur seringan mungkin, namun hal itu merupakan suatu pembenaran terjadinya pungutuan liar di sektor pendidikan.

”Anehkan, disaat negara mengalokasikan anggaran sektor pendidikan 20% dari APBN dan ditambah dengan anggaran dari APBD Langkat, pungutan seperti ini malah disetujui Drs. Sulistianto selaku Kadis Pendidikan Langkat,” kecam Togar seraya menambahkan tengah mempersiapkan laporan pengaduan atas pungutan itu.

Plt Dinas Pendidikan dan Pengajaran Langkat Drs Sulistianto ketika dihubungi wartawan, kemarin (3/7) membenarkan perihal kutipan tadi. Menurut dirinya memang memberi izin pengutipan itu atas dasar surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi dengan Nomor : 800/1625/TU.1/22/2009 tertanggal 10 Juni tahun 2009 tentang penerimaan siswa baru tahun ajaran 2009.

“Memang kita berikan izin untuk pengutipan itu, tapi harus telebih dahulu disetujui oleh wali murid dan komite sekolah, ini juga dilakukan berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi kepada kita beberapa waktu lalu,” ujar Sulis.

Ketika disinggung soal, besarnya biaya pengutipan yang disetujui Dinas P dan P Langkat terhadap pihak sekolah, Sulis mengaku, pengutipan itu tergantung pada kesepakatan sekolah wali murid dan komite.

“Semua tergantung pada kesepakatan pihak sekolah, wali murid dan komite sekolah, jadi tidak dipatokan,” kilahnya. (darwis)
 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
Ada 1 Komentar Pembaca Tentang Berita ini
koko | 12/07/09. 04:39:36
Sulistianto kadis langkat pantas dicopot, tidak layak jadi kadis karena sering berbicara menjelekkkan orang lain, termasuk bupati langkat yang katanya konconya, tapi bagi sulis tidak ada apa-apanya. SULIS ADALAH TIPE PENGHIANAT..... JANGAN DIPERCAYA.


 
  Takut Dihadang Perampok, Kantor Polisi Diterobos
Tak perduli ban mobil sudah kempes, dua nasabah Bank BNI, Heri dan Alim, nekad menerobos kantor polisi. Keduanya ketakutan ketika mobil mereka dibuntuti dari belakang. “Saya curiga ada sepeda motor...
 
>> index  
CURAHAN HATI
 

Kutinggalkan kekasih Demi Suami yang Menyia-nyiakanku
Sebelas tahun yang lalu aku bertemu Misan, suamiku di sebuah organisasi kampus. Misan adalah teman baik Dodi, teman selokal kampusku. Waktu itu aku mengikuti acara Isra Miraj, di sanalah awal pertemuan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
  Indonesia Urutan 10 Tempat Berlibur Alien
Beberapa kisah yang diungkap di sini sangat dramatis, dan nyaris sulit dipercaya karena seperti kisah-kisah...
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  THR Sial Rp3 Juta
Ceritanya kali ini Lae Togar punya istri bernama Tiur. Sepulangnya dari kantor, Lae Togar yang...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
| Online: 18 User
Copyright © 2005 by SMG
Bali Villas Free proxy site speksnoeten