Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  PRO JUSTICE
Selasa, 9 Maret 2010 | 10:30
Eks Buruh Soechi Kembali Demo

Selasa, 9 Maret 2010
Medan-Meski kalah di Pengadilan Negri (PN) Medan, eks buruh Hotel Soechi terus berjuang agar hak normatif mereka dipenuhi. Untuk itu, mereka kembali demo di Gedung DPRD Medan, kemarin (8/3).

Sayangnya, perjuangan mereka selama 7 bulan terakhir ini tetap menuai angin. Di gedung wakil rakyat ini, keluhan mereka tidak ditanggapi. Lantas, mereka bergegas menuju Gedung Balaikota Medan. Di sini, mereka secara bergantian menyampaikan uneg-unegnya selama tujuh bulan memperjuangkan tuntutan mereka.

“Kami sudah 7 bulan memperjuangkan hak normatif kami yang belum dibayar. Tapi, sampai sekarang ini belum kami terima. Parahnya lagi, pemerintah tak berdaya untuk menyelesaikan persoalan yang kami hadapi. Malah, pemerintah terkesan membela pengusaha,” ujar Ketua Serikat Pendiri Mandiri (SPM), Purwanto dalam orasinya.

Meski sudah berorasi beberapa menit di gedung Balaikota Medan, eks buruh ini tak kunjung diterima pejabat Pemko Medan. Alhasil, massa merangsek berusaha memasuki gedung Badalikota Medan. Tapi usaha menemui Plt Wali Kota Medan, Syamsul Arifin, digagalkan petugas keamanan yang langsung menghadang massa untuk masuk.

Lantaran tidak diberikan izin masuk, massa pun memilih duduk di halaman tengah Balikota sambil menutupi wajah mereka dengan karton menghindari sengatan matahari.

Tak lama kemudian, Asisten Kesejahteraan Sosial (Askesos) Medan, Farid Wajedi, muncul di tengah-tengah pendemo. Dihadapan massa, Farid malah curhat kalau pihaknya sudah beberapa kali memanggil pihak manajemen Novotel tapi tidak pernah datang.

“Kami bukannya tidak bekerja. Kami juga risih melihat pemilik Hotel Novotel Soechi. sudah beberapa kali kami panggil malah tak pernah datang,” ungkapnya.

Usai mendengar curhat Farid dan tidak memberikan solusi, massa kembali ke tenda yang mereka pasang di gedung DPRD Medan. “Mari kita kembali ke posko. Nggak ada juga solusinya,” ucap Purwanto sambil mengajak rekan-rekannya.

Sebelumnya, Ketua SPM Purwanto nyaris bunuh diri. Pasalnya, dirinya tak sanggup menahan persoalan yang dihadapi bersama rekan-rekannya. Parahnya lagi, pihak pengusaha malah memberikan uang pesangon Rp 2 juta/orang dan mereka dianggap bekerja tiga bulan dan sebagian lagi diberikan Rp 300 ribu/orang. (ali)
 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman

 
 

Cari Cincin Tunangan di Sumur, 4 Orang Tewas
KALIBAGOR, POSMETRO- Petaka melanda Dusun Gabahan RT 1/3, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor Minggu (5/9) sore kemarin. Empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang...
 
>> index  
CURAHAN HATI
  Mataku Dibutakan Tampang dan Harta
SEPERTI yang kuutarakan kemarin, aku sempat merasakan kebahagiaan dengan Misan. So pasti, bukan hanya sekadar kekasih. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi belakangan aku sadar, mataku dibutakan harta dan tampangnya. Perjalanan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
 

Tentara Soviet Tewas Dibunuh Alien
Selain Amerika, angkatan udara Rusia adalah salah satu yang juga dibuat bingung dengan penampakan UFO....
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  Tipu Anak 12 Tahun
Kali ini Lae Togar jadi pemandu wisatawa sekelompok anak sekolah dasar. Tiba-tiba, salah satu anak...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
| Online: 13 User
Copyright © 2005 by SMG
Bali Villas Free proxy site speksnoeten