Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
Home | Archive | E-Paper| Redaksi | Info Iklan  

Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa & Fenomena
  Home  BERITA UTAMA
Hartuti Handayani Gadis Langkat jadi PRT di Malaysia
Selasa, 9 Februari 2010 | 10:02
Tak Tahan Disiksa, Kepala Majikan Ditimpuk Pakai Gelas

Selasa, 9 Februari 2010
Namanya Hartuti Handayani (24) asal Dusun IV Pasar Baru, Kec Secanggang, Langkat. Tiga bulan jadi pembantu di Malaysia bukan ringgit yang didapat. Hartuti disiksa. Mulai dipaksa nenggak air bercampur sabu-sabu sampai tidur di kuburan. Beruntung Hartuti kabur setelah memukulkan gelas ke bagian kepala majikannya.

Mendapat informasi dari teman tentang kisah Hartuti, kemarin siang (8/2) saya bertandang ke rumah ibunya di Desa Tanjung Ibus. Walau teman saya itu sempat mengingatkan bahwa ayah Hartuti, Ngadiman (65) pasti tak bersedia putrinya diwawancara, saya tetap putuskan ke sana. Naik motor memakan waktu sekitar 1 jam.

Tak sulit menemukan rumah ibu Hartuti. Namun begitu bertemu Ngadiman, aura tak bersahabat terpancar. Bukan tanpa alasan, Ngadiman memang sedang dirundung duka. Adik kandung Hartuti baru mengalami kecelakaan sepedamotor. Kepala belakangnya retak. Butuh biaya untuk berobat.

Intinya saya tak diperbolehkan bertemu Hartuti untuk diwawancara. Tapi saya tak patah arang hingga kemudian mendapat nomor HP salah seorang saudara Hartuti bernama Sudarma. Sudarma tinggal di sebelah rumah Ngadiman.

Saya bertemu Sudarma di tambak udang. Bersama istrinya, Mestika Wati (42), wanita bertubuh tambun ini memanggil adik kandungnya itu yang ternyata ‘dirondokkan’ dalam kamar. Muncullah seorang wanita berjilbab, berjalan lambat dari belakang rumah. Kutebak dialah Hartuti Handayani.

Ya! Inilah cerita Hartuti setelah berhasil kabur dari Malaysia dan sempat terdampar di RSU Tanjungbalai. Hartuti alias Tuti duduk tak jauh dari saya mengisahkan pedihnya hidup di negri jiran itu.

Awalnya Tuti bekerja jadi pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Usman Hasibuan di kawasan Gaperta Medan. Baru sebulan kerja di sana, Tuti ditawari Hasminan Siregar, warga Stabat bekerja di Malaysia. Tuti tak perlu keluar biaya karena Hasminan berjanji menanggung ongkosnya. Tuti juga ditawari gaji Rm 500 per bulan. Jika dirupiahkan, Tuti bergaji Rp 1,5 juta per bulan.

Sebenarnya Tuti tak begitu tertarik. Tapi karena kadung mengiyakan ajakan Hasminan, Tuti tetap bertolak ke Malaysia, sekalipun majikannya, Usman bersedia mengganti semua biaya yang telah dikeluarkan Hasminan untuk memberangkatkan Tuti ke Malaysia.

Tepat 1 September 2009 Tuti berangkat dan tiba di Selanggor Seksen VII Syah Alam, Malaysia. Tuti bekerja di rumah Syarifah Hindon dan Syech Alwi. Syech Alwi adalah mantan hakim di Singapura.

Hari pertama bekerja Tuti masih diperlakukan biasa. Tapi beberapa hari kemudian perlakuan semena-mena mulai didapatnya. “Waktu itu saya disuruh menghafal menu masakan mulai sarapan pagi, makan siang, sampai malam. Saya rasa itu wajar karena saya harus tepat menyajikan makanan,” ujar Tuti terpatah-patah.

Hari berganti minggu dan Tuti mulai diperlakukan sesuka hati. “Kayaknya kita ini bukan manusia diangap sama mereka,“ timpal Tuti dengan pandangan kosong.

“Pernah saat saya membaca doa usai sholat malah diteriaki sekuat-kuatnya dan dilempar piring,” kenang Tuti sambil mengusap kepalanya seolah tak kuasa bercerita lagi.

Tapi yang paling parah ketika Tuti dikurung dalam kamar dan disuruh tidur di atas kuburan keramat yang ada dalam kamar itu.

“Aku nggak tahu kalau di dalam kamar ada kuburan keramat. Rupanya di bawah tempat tidur itu ada kuburannya. Aku disuruh tidur di situ,“ kata Tuti.

Selama disekap tubuh Tuti diikat persis seperti pocong. “Menurut majikanku, aku mau dijadikan tumbal. Katanya, mamak majikanku sedang mengidap kanker. Untuk penyembuhan aku mau ditumbalkan,“ katanya.

Tuti mengaku mengetahui rahasia terbesar keluarga majikannya itu.

“Aku mengetahui kalau Syairah Hindon (ibu majikan) bukan anak kandung keluarga itu, melainkan anak tiri. Syariah itu seorang pejabat penting di Malaysia. Karena rahasia inilah aku setiap saat diancam-ancam majikan yang perempuan untuk tidak menceritakan kepada siapapun. Mungkin alasan itu jugalah mengapa mereka mau menumbalkan aku,“ tukas Tuti.

Mirisnya, sebelum Tuti disuruh tidur di atas kuburan keramat, Tuti disuguhi minuman mineral yang menurut majikan prianya adalah air yasin tujuh.

“Katanya saya bagus meminum air itu, tapi rupanya air itu air dadah (sabu-sabu-red). Sejak meminum air sabu-sabu tadi, pikiranku kosong. Saat itulah mereka mengurung aku dalam kamar yang ada kuburan itu,” sambungnya.

Tak tahan terus disika, tepat malam Jumat Tuti berhasil kabur setelah memukulkan gelas ke bagian kepala majikan perempuan. “Entah apa yang membuatku kuat, aku sudah nggak ingat lagi. Kurasa aku lari dari dalam rumah setelah memukul kepala majikan wanitaku dengan gelas,” pungkas Tuti yang kemudian ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDM).

“Setelah ditangkap aku dimasukkan ke dalam sel. Di dalam sel tanganku digari dan badanku disetrum pakai listrik. Sejak saat itu akau sudah tidak sadar lagi. Aku sadarnya sudah berada di rumah ini. Kata keluarga aku terdampar beberapa hari di Tanjungbalai sebelum akhirnya dijemput,” ungkap Tuti.

“Aku tak mau lagi ke Malaysia,” ujarnya lirih. ***
 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
Ada 1 Komentar Pembaca Tentang Berita ini
anwar habib | 09/02/10. 20:33:07
Hujan emas di negeri orang....


 
 

Cari Cincin Tunangan di Sumur, 4 Orang Tewas
KALIBAGOR, POSMETRO- Petaka melanda Dusun Gabahan RT 1/3, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor Minggu (5/9) sore kemarin. Empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang...
 
>> index  
CURAHAN HATI
  Mataku Dibutakan Tampang dan Harta
SEPERTI yang kuutarakan kemarin, aku sempat merasakan kebahagiaan dengan Misan. So pasti, bukan hanya sekadar kekasih. Kami resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi belakangan aku sadar, mataku dibutakan harta dan tampangnya. Perjalanan...
 
>> index  
SUPRANATURAL
 

Tentara Soviet Tewas Dibunuh Alien
Selain Amerika, angkatan udara Rusia adalah salah satu yang juga dibuat bingung dengan penampakan UFO....
 
>> index  
KOLOM
  Target yang Bisa Bikin Bunuh Diri
TARGET PLN Atasi Krisis Tak Tercapai. Itulah judul berita di harian Kompas, Rabu 19 Mei...
 
>> index  
LAE TOGAR
  Tipu Anak 12 Tahun
Kali ini Lae Togar jadi pemandu wisatawa sekelompok anak sekolah dasar. Tiba-tiba, salah satu anak...
 
>> index  
Redaksi: Jl. SM Raja KM 8,5 Amplas
Medan - Sumatera Utara
| Online: 18 User
Copyright © 2005 by SMG
Bali Villas Free proxy site speksnoeten