31 May 2013

Habis Indehoi, HP Dilarikan PSK

Ads by Google

MEDAN-PM

Baru saja hatinya ditenangkan usai melepas hasrat birahi, tiba-tiba Mursal (27) mendongkol. Ternyata PSK yang baru digaulinya membawa kabur Hp BlackBerry Storm miliknya. Wanita malam itu pun diboyongnya ke kantor polisi dan bertengkar di sana.

Begini kisah pria asal Langsa itu. Dia merasakan kepenatan setelah lelah berkerja seharian, dini hari dua malam lalu dia meluncur ke Jl Sei Wampu. Tujuannya untuk mencari wanita malam yang mau melayani hasrat seksnya.

Tepat pukul 03.00 WIB, Mursal bertemu dengan seorang wanita yang mengaku bernama  Lidya (25), penghuni kos-kosan Jl Sei Seguti. Parasnya yang cantik, plus busana minim, membuat pria yang sehari-hari bekerja sebagai pelayan warkop di kawasan Pulo Brayan, itu jadi kepincut.

Tawaran jasa seks short time Rp150 ribu pun, tak lagi ditawar-tawar. Pria berambut keriting itu langsung bergegas mengajak Lidya chek in di hotel kelas melati bernama Rakasih.

“Sewaktu masuk ke penginapan itu, dia cukup dikenal, Bang. Terus, di dalam kamar pun, kami tak langsung ‘main’. Kami masih sempat bercerita-cerita tentang kehidupan pribadi masing-masing,” katanya.

Dari perbincangan singkat itu pula, Mursal tahu status janda Lidya dan telah punya 1 anak. “Kalau pengakuannya, sudah 6 bulan dia jadi PSK, bang. Pokoknya cerita sedihlah dia di kamar itu. Makanya aku pun agak kasihan,” aku Mursal.

Merasa iba, Mursal mengaku menambahkan uang tip Rp30 ribu, hingga total yang dia berikan Rp180 ribu. Setelah puas melampiaskan nafsunya, Mursal terbaring lemas di kamar hotel bersama kekasih semalamnya itu.

Ternyata, kelalaian Mursal akibat sudah lunglai, membuat Lidya berbuat nekat. Handphone BlackBerry jenis Storm milik tamunya dibawa kabur. “Uda kubayar dia Rp150 ribu sekali main, kutambahi lagi uang tip Rp30 ribu, kok malah dilarikan dia pula handphoneku?” kesal Mursal.

Tak terima dikerjai, bersama rekan-rekannya Mursal mendatangi kos-kosan Lidya di Jl Sei Seguti. Dari situ, Lidya langsung dipaksa ikut ke Polsek Medan Baru. Saat diamankan, janda satu anak bertubuh kurus ini mengaku telah menggadaikan BlackBerry itu kepada rekannya bernama Chaca.

Tapi PSK ini membantah telah membawa kabur handphone milik tamunya itu. “Mana ada kubawa kabur itu. Dia yang kasih sebagai jaminan. Tadi dia ngajak main, kuminta Rp150 ribu, sama dikasih tip Rp30 ribu. Tapi dia cuma bayar Rp90 ribu. Jadi katanya handphonenya dijaminkan nunggu dia datang lagi. Ya lantaran aku butuh uang kugadai dululah,” bantah Lidya yang sempat adu mulut dengan Mursal di Mapolsek Medan Baru.

Sekitar beberapa jam berseteru, entah kenapa, pasangan satu malam ini akhirnya sepakat untuk berdamai. Kasus itu pun diurungkan untuk diteruskan ke ranah hukum. “Sudah lah, damai sajalah kami. Ribut pun tak ada gunanya,” celoteh Mursal.

Sementara itu, Lidya yang sempat didatangi ke kos-kosannya mengaku sangat malu atas kejadian tersebut. “Malulah gini bang, kayak baru sekali aja aku menerima tamu,” keluhnya.(wel/rul)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id