28 May 2013

PNS di Kantor Camat Jual Sabu

Ads by Google
  • Gaji Habis Bayar Angsuran Kredit

ASAHAN-PM

Gara-gara gaji habis dipotong membayar angsuran kredit, seorang PNS di kantor kecamatan nekat menjual sabu-sabu. Alhasil, Nurahmat alias Rahmat (51) meringkuk di balik jeruji Polres Asahan.

Itu terkuak saat Sat Narkoba Polres Asahan meringkus Rahmat dari kediamannya, Sabtu (25/5) sekira pukul 20.00 WIB di Dusun II, Desa Rawang Pasar V, Kec. Rawang Panca Arga, Asahan. Dari tangan pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Kantor Camat Rawang Panca ini diamankan 3 paket sabu-sabu seberat 1 gram, satu pipet kaca bekas sabu, 24 pipet, 4 buah bong, 3 bungkus klip kecil, 18 lembar plastik klip sedang, 1 buah kompeng dan mancis.

Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani melalui Kasat Narkoba Iptu Anderson Siringoringo, Senin (27/5) di kantornya mengatakan, sebelum meringkus Rahmat, pihaknya terlebih dahulu meringkus Bambang Edi Syahputra(33), warga Dusun VI, Desa Rawang Pasar IV. Bambang merupakan kaki tangan Rahmat dalam peredaran sabu-sabu. Atas pengakuan Bambang kalau sabu-sabu diperoleh dari Rahmat, polisi pun langsung bergerak cepat memburu Rahmat di kediamannya. “Cukup licin untuk membekuk Nurahmat, sehingga petugas berpura-pura memesan barang kepada Bambang yang merupakan kaki tangannya. Setelah berhasil meringkus Bambang, Rahmat kita gerebek di rumahnya,”ujar Anderson, sembari mengatakan kalau Rahmat saat digerebek berusaha kabur lewat pintu belakang.

Sementara itu, Rahmat yang ditemui METRO (grup POSMETRO MEDAN) mengaku nekat jual sabu karena terbelit utang angsuran kredit. “Maklumlah, gajiku minus karena banyak kredit. Padahal kebutuhan keluarga sejak Januari 2013 membengkak, makanya aku nekat jual sabu-sabu,”ujar Rahmad.

Ketika disinggung apakah tidak memiliki beban moral jadi pengedar sabu sabu, sementara berstatus PNS?  “Ya awalnya punya pemikiran demikian, tapi apa mau dibilang, kebutuhan ekonomi keluargaku sudah mendesak,”ujar Rahmad yang mengaku menjabat sebagai Kasubag Umum di Kantor Camat Rawang Panca Arga tersebut.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Asahan Zaina Arifin mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan nasib Nurahmat sebagai PNS karena belum menjalani proses hukum. Disebutkan Zaini lagi, bila nantinya Nurahmat terbukti, nantinya ada ketentuan dan sanksi hukum yang akan diberikan. (sus/smg/han)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id