24 May 2013

Wakil Bupati jadi Tersangka

Ads by Google

Sebar Video Porno Wakil Ketua DPRD

BOGOR-PM

Dituding menyebarkan video porno Wakil Ketua DPRD Jabar Rudi Harsa Tanaya (RHT), Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman ditetapkan polisi sebagai tersangka. Sejauh ini, petugas masih mendalami peran Karyawan dalam pembuatan video syur yang menggegerkan tersebut. Dikabarkan, perempuan dalam video itu inisial L menerima uang puluhan juta rupiah untuk menjebak Rudi. Disinyalir ada pihak yang menyusun skenario dan memerintahkan L merekam video hubungan intimnya bersama Rudi di salah satu hotel di Bandung.

“Saat ini kami terus mendalami keterangan saksi-saksi. Termasuk menyelidiki keterangan L yang mengaku mendapat uang puluhan juta rupiah,” kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Jabar. Apakah Wabup Bogor terlibat memberi uang imbalan puluhan juta kepada L? “Masih kami dalami juga,” singkat Martin. Pagi tadi sedianya Karyawan dimintai keterangannya di Polda Jabar sebagai tersangka. Namun Karyawan tidak memenuhi panggilan Polda Jabar. Dari keterangan pihak keluarganya yang mendatangi Mapolda Jabar, Karyawan tengah berada di Bali.

“Abdi keur di Bali sareung Bu Mega (Saya lagi di Bali bersama Bu Mega)” kata Karyawan Fathurahman melalui pesan singkatnya pukul 14.07 WIB, Kamis (23/5).

Namun, Karyawan enggan menjawab ketika ditanyai alasannya tidak menghadiri panggilan polisi dan keperluannya di Bali. Polda Jabar menjadwalkan pemeriksaan terhadap Karyawan hari ini. Jika tidak hadir, maka polisi menjadwal ulang pemeriksaan, yakni Senin (27/5) pekan depan. Dia diduga menyuruh dan atau menyebarkan video tersebut. “Tersangka diduga menyuruh dan atau menyebarkan video itu,” kata  Martinus. Jadi apakah Karyawan sebagai otak pembuatan video porno ini? “Sedang kita dalami,” ujar Martinus.

Selain Karyawan, satu tersangka lainnya inisial Indra Lesmana alias IL sudah ditetapkan sebagai tersangka. IL ini merupakan fungsionaris DPC PDIP Kabupaten Bogor. “IL sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah tahap II (sudah pelimpahan ke kejaksaan),” ujarnya. Kedua tersangka dijerat pasal 29 UU No 44 Tahun 2008 soal pornografi jo pasal 55 ayat 1 KUHP penyertaan dalam melakukan tindak pidana. Kasus penyebaran video porno yang menjerat Karyawan sebagai tersangka ini, ternyata sudah diusut sejak tiga tahun lalu. Polda Jabar menerima laporan soal penyebaran video porno dari Rudi April 2010 lalu.

Rudi melaporkan adanya video yang mirip dirinya dengan seorang perempuan tengah berhubungan intim disebarkan. “April 2010 RHT melaporkan kasus ini,” ujar Martinus saat ditemui di Mapolda Jabar, Jl. Soekarno Hatta, Bandung, Kamis (23/5). Saat ditanya kenapa begitu lama proses penyelidikan kasus ini hingga baru sekarang penetapan tersangka, Martinus menyatakan tim penyidik membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti. “Penyidik masih terus mencari alat-alat bukti dan apa saja yang kurang, lalu kita lengkapi dan ditetapkan satu tersangka inisial IL. Dari keterangan IL dan saksi lainnya lalu ditetapkan KF menjadi tersangka,” katanya.

Pengambilan gambar sendiri dilakukan pada Februari 2010 di salah satu hotel di Bandung. Gambar diambil oleh handphone milik pemeran perempuan di video itu inisial L. “Lalu video itu ditransfer ke kepingan CD, diperbanyak dan diupload ke internet. Kami sudah menyita barang bukti dua keping CD dan amplop yang berisi CD itu,” papar Martinus. Dari keterangan sekitar sepuluh saksi, sang perempuan L mendapat bayaran puluhan juta untuk menjebak sang anggota dewan tersebut. “Kita dalami dari beberapa saksi, ada 10 orang, L ini mengaku mendapat puluhan juta. Siapa pemberi uang dan siapa aktor intelektualnya masih didalami,” katanya. Jadi apakah Karyawan sebagai otak pembuatan video porno ini? “Sedang kita dalami,” ujar Martinus.

Spekulasi menyeruak kalau menyebarnya video porno tersebut berlatar belakang motif dendam lantaran persaingan politik. Ketiganya merupakan kader PDIP. Ditanya wartawan apakah motifnya seperti itu, Martin enggan menyimpulkan. “Kami melakukan pemeriksaan berdasarkan fakta-fakta. Maka itu, kami masih mendalami penyelidikan dan penyidikan soal motifnya,” ucap Martinus. Karyawan diduga memerintahkan serta menyewa wanita berinisial L agar merekam adegan hubungan intim tersebut. Kepada polisi L mengakui tampil dalam video itu dan memakai telepon genggamnya untuk merekam adegan syur di atas ranjang secara sembunyi-sembunyi. “Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Karyawan diduga orang yang menyuruh,” tandas Martinus. (bbs/deo)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id