21 May 2013

Tampar Tetangga Mabuk, Udin Tewas Satu Liang

Ads by Google

HAMPARAN PERAK-PM

Gara-gara menampar tetangga yang berkelahi saat joget di pesta penambalan nama anak seorang warga di lingkungannya, Syafrudin Batubara alias Udin (50) warga Kampung Tengah, Lahan Garapan, Dusun 19, Desa Kelambir Lima, Kec. Hamparan Perak tewas ditikam satu liang oleh Arifin alias Bro (33). Kasus pembunuhan yang terjadi Minggu (20/5) sekitar pukul 00.30 WIB itu, telah ditangani petugas Polsek Hamparan Perak. Hingga kemarin pelaku yang berhasil kabur masih dalam pengejaran polisi.

Info yang dihimpun POSMETRO, malam itu Syafrudin dan Arifin sama-sama menghadiri hajatan penambalan nama anak tetangga mereka yang rumahnya berada di seberang Lembaga pemasyarakat (LP) Tanjung Gusta Medan. Seperti pada umumnya, pesta ini berlangsung dengan suguhan hiburan organ tunggal (kibotan). Sembari buang suntuk, korban dan pelaku serta warga kampung lainnya pun menikmati alunan musik sambil berjoget ria. Untuk lebih memanaskan suasana, para undangan yang didominasi kaum adam itu memilih minum tuak.

Singkat cerita, jelang dini hari di batas penutupan pesta, Arifin yang diduga mabuk terlibat pertengkaran mulut saat berjoget bareng teman sebayanya. Detik berikutnya, perang mulut itu beralih saling adu jotos. Syafrudin yang melihat datang melerai. Tapi Arifin tak mengindahkannya, hingga Syarifudin yang emosi sempat menampar pipi tetangganya itu, hingga giliran keduanya yang pukul-pukulan. Untuk menghindari perkelahian lanjutan, warga lain pun datang melerai. Nah, pasca kibotan berakhir, Arifin yang masih dibawah pengaruh alkohol itu pun memilih pulang ke rumahnya yang berjarak 30 meter.

Arifin yang masih sakit hati itu lantas mengambil pisau. Sedang Syafrudin yang menganggap persoalan telah selesai juga pulang ke rumahnya. Berdalih belum ngantuk, korban memilih duduk di teras rumah sambil bercerita dengan Iyem, istrinya. Tapi 15 menit berselang, pasutri itu dikejutkan dengan kedatangan Arifin. Tragis. Belum juga sempat bicara, Arifin yang emosi langsung menghunus pisau dari pinggangnya. Selanjutnya menikam perut kanan korban satu liang. Melihat suaminya bercucuran darah, Iyem yang kaget pun histeris dan menjerit minta tolong. Takut dihakimi massa, Arifin langsung mencabut pisau dari perut korban dan melarikan diri.

“Padahal masalah malam itu sepele kok, gara – gara jogetan, tapi entah kenapa si Arifin tiba – tiba pulang dan langsug mengambil pisau. Kami pokoknya tak menyangka. Yang jelas selama ini tak ada masalah antara mereka. Mungkin gara – gara tamparan malam itu saja, Arifin jadi tak senang,” kata adik ipar korban, Ono. Tengah malam itu juga dengan kondisi bersimbah darah, Syafrudin dilarikan keluarga dan tetangganya ke RSU Sundari. Namun pihak rumah sakit tak sanggup mengobati, hingga ¬†merujuk korban ke RSU Adam Malik. Naas, belum juga tiba di rumah sakit milik Pemprovsu itu, ayah tiga anak itu keburu tewas di perjalanan. Jenazah Syafrudin yang tiba di RSU Adam Malik langsung divisum, selanjutnya dibawa keluarganya ke rumah duka untuk disemayamkan.

Sementara itu, pasca Syafrudin tewas, sekitar pukul 05.00 WIB, pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Hamparan Perak. Petugas yang menerima info langsung turun ke lokasi. Tapi saat diperiksa, rumah pelaku yang berjarak sekitar 50 meter dari kediaman korban ditemukan sudah kosong. Tampak

dari luar satu unit kereta Yamaha Vega milik pelaku berada di dalam. Hingga kemarin,¬† polisi masih melakukan pengejaran dengan melacak keberadaan pelaku yang diduga bersembunyi di rumah familinya di kawasan Kutalimbaru, Jl. Rajawali dan Sei Mencirim belum juga ditemukan.”Sejak pak Udin tewas, dia langsung hilang, kami tak sempat amankan dia malam itu karena sibuk bawa korban ke rumah sakit,” kata warga sekitar. Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Iptu P Hutajulu yang dikonfirmasi pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga telah kabur ke rumah familinya. “Kita masih di lapangan untuk memburu pelaku,” katanya singkat. (ril/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id