20 May 2013

Tersangka Ngaku Cuma Nodai Satu Cewek

Ads by Google

Pembunuh Berantai Lewat Facebook

BUKITTINGGI-PM

Pemeriksaan terhadap Wisnu Sadewa masih terus dilakukan dengan meminta keterangan beberapa orang saksi terkait dengan dua kasus pembunuhan berantai melalui facebook yang dilakukannya. Tersangka yang juga dikenal dengan nama Brekele tetap bungkam kalau terkait kasus yang lain dengan hilangnya beberapa anak gadis di wilayah hukum Polres Bukittinggi.

Wakapolres Bukittinggi, Kompol Arief Budiman SH SIK, kalau pemeriksaan terhadap Brekele masih terus dilakukan dengan meminta keterangan beberapa orang saksi terkait kasus pembunuhan yang dilakukannya pada Rusyda Nabila (16), warga Sungai Puar, Kabupaten Agam dan Nefrida Yanti (23), warga Batu Kambiang, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Agam, beberapa waktu lalu.

Setidaknya sampai kemarin sudah dipanggil sebanyak tujuh orang saksi yang terkait dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Brekele.

Dijelaskan Arief, sesuai dengan perkembangan pemeriksaan terhadapa tersangka, kalau setelah menusuk koban Rusyda Nabilla sebanyak lima kali dan berada di dalam kubur, dia akui memang sempat memperkosa korban dan setelah itu mematikannya dengan menambah tusukan dua kali lagi sehingga, korban mengalami tujuh tusukan yang hasil pemeriksaan putusnya beberapa urat di leher Nabila.

Sedangkan untuk Nefrida Yanti, tersangka tidak mengakui kalau melakukan pemerkosaan terhadap korban. Sejauh ini, kata Arief, kalau pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan tentang adanya dua orang lagi anak yang hilang dan hubungannya dengan Wisnu Sadewa. Walaupun sejauh itu dia tidak mengakui kalau melakukan pembunuhan terhadap dua orang gadis bernama Rita asal Sungai Tanang dan Saola warga Parabek yang masih duduk di kelas I SMKN 2 Bukittinggi.

” Kita juga melakukan koordinasi dengan polres lain, sekaitan dengan adanya anak hilang di wilayah lain itu,” terang Arief.

Lebih jauh, dijelaskan Arief tentang santer kabar di masyarakat kalau Wisnu Sadewa aktor pembunuh berantai melarikan diri dari tangan polisi, ketika dilakukan pengecekan kesehatan, semua itu tidak benar. Jangankan untuk melarikan diri, dengan luka tembak pada kaki kanannya saja, yang bersangkutan sudah sangat susah untuk berjalan.

” Memang kami sendiri sangat banyak mendapat telepon mempertanyakan kalau Wisnu Sadewa ini melarikan diri. Sudah jelas dan sangat tidak mungkin kalau tersangka melarikan diri mengingat luka pada kakinya. Hal yang menggelikan, kalau tersangka bisa melarikan diri karena memiliki ilmu hitam dan semua itu tidak benar, tersangka masih berada di rumah tahanan Polres Bukittinggi dan berkasnya masih dilengkapi sebelum diserahkan ke kejaksaa,”tandas Arief.

Disinggung tentang lokasi rekontruksi terhadap pembunuhan itu nanti, Arief mengatakan kalau semua itu tergantung dari penyidik di Kejaksaan, apakah memang membutuhkan rekontruksi atau tidak. Jika memang dibutuhkan, akan dilihat mengenai situasi untuk keamanan tersangka sendiri. ” Kalau memang dibutuhkan nanti, akan kita lihat kondisi mengenai tempat yang paling aman terhadap tersangka sendiri. Sebab, keselamatan tersangka sendiri adalah sepenuhnya tanggungjawab dari pihak kepolisian,”ulas Arief.(wan/rpg)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage