14 May 2013

Hubungi HP Korban Briptu H Diperiksa

Ads by Google

Terkait Tewasnya Personel Brimobdasu

MEDAN-PM

Unit Reskrim Polresta Medan sepertinya akan segera mengungkap kasus pembunuhan personel Brimobdasu, Briptu Marisi Robert Silaen (35). Briptu H, salah oknum polisi di polsek di Medan yang dicurigai lantaran termasuk orang yang menghubungi hape korban sebelum tewas, selama 3 hari bolak-balik diperiksa.

Pemeriksaan Briptu H dimulai sejak, Sabtu-Senin (11-13/5/2013). Hanya saja, Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol Tris Lesmana saat dikonfirmasi mengenai adanya keterlibatan anggota dalam kasus pembunuhan personel Brimob belum mendapat laporan dari pihak Reskrim Polresta Medan.

“Belum ada laporan orannya kesana, kalau ada pasti Reskrim kordinasi dengan kita,” tandas perwira satu melati emas dipundaknya ini pada POSMETRO, Minggu (13/5) sekitar pukul 11.30 WIB.

Data yang dihimpun POSMETRO, keterlibatan Briptu Hutauruk diduga tersangkut narkoba. Ini dikarenakan, Briptu H yang dulu merupakan anggota Sabhara Polresta Medan pernah diperiksa oleh Propam Polresta Medan dalam kasus narkoba dan juga tidak pernah masuk kerja.

Setelah dalam pembinaan pihak Propam Polresta Medan, Briptu Hutauruk rajin apel pagi serta masuk kerja. Selama menjalankan tugasnya dengan baik, Hutauruk pun dipindah tugaskan di Polsek Deli Tua.

Menurut sumber yang namanya tak mau dikorankan, diperiksa Briptu Hutauruk oleh pihak Reskrim Polresta Medan dikarenakan sebelum tewasnya Briptu Marisi sempat menghubungi korban.

Kuat dugaan, tewasnya anggota Brimob tersebut ada kaitannya dengan narkoba. Itu dikarenakan, Bripka Hutauruk dikenal oleh kawan-kawan kerap mengkomsumsi sabu-sabu. Sampai saat ini, Briptu Hutauruk anggota Polsek Deli Tua ini masih dalam pembinaan Propam Polresta Medan.

Menanggapi keterlibatan anggotanya dalam kasus pembunuhan tersebut, Kapolresta Medan, Kombes Monang Situmorang tak kunjung membalas pesan singkat yang dilayangkan POSMETRO. Mulai sore sampai dengan pukul 19.00 WIB orang nomor satu di Polresta Medan ini memanggil seluruh Kapolsek-Kapolsek dijajarannya yang sampai saat ini para perwira tersebut masih rapat di ruang Rupatama.

“Masih kita selidiki itu,” sambung Kabid Humas Poldasu, Kombes Raden Heru Prakoso.

>> Melda Dijemput ke Brimob

Belum tertangkapnya pelaku pembunuhan personel Brimobdasu, Briptu Marisi Robert Silaen (35) membuat rekan-rekan korban tak sabar. Istri korban, Imelda Boru Sinambela bolak-balik dipanggil ke Mako Bromobdasu Jl. KH Wahid Hasyim.

Pemanggilan Imelda, sekaitan kematian personel Brimobdasu ini diketahui POSMETRO MEDAN ketika menyambangi kediaman orangtua korban di Jl. Medan-Binjai KM 7,8 Jalan BLKI Gang Sekata.

Di rumah orangtua Briptu Marisi itu kru koran ini bertemu ibu kandung Briptu Marisi, D br Marpaung. Wanita yang tak muda lagi itu langsung mengatakan kalau Melda baru saja pergi ke Mako Brimobdasu.

D br Marpaung yang tampak ekstra hati-hati terlihat tak ingin berlama-lama di luar rumah. Karenanya ia langsung metutup pagar. Tak ingin langsung pulang, wartawan sempat istirahat sejenak di salah satu warung yang ada di Jalan Musallah, sekira 80 meter dari Gang Sekata, tempat kediaman orang tua Briptu Marisi.

Sambil menikmati segelas air mineral, kru POSMETRO MEDAN sempat ngobrol seputar Briptu Marisi dengan beberapa ibu-ibu. Mereka mengaku mengaku mengenal Briptu Marisi. Hanya saja, warga tak mengetahui pasti bagaimana kehidupan Briptu Marisi.

“Kami kenal dengan dia (Briptu Marisi-red) tapi setahu kami kalau disini dia dipanggil dengan sebutan Horas,” ujar ibu berbaju kaos merah dan berbadan tambun.

Namun, ketika ditanya soal kebenaran Briptu Marisi dekat dengan narkoba, para tetangga korban mengaku tak pernah tahu. “Kalau soal terlibat peredaran narkoba, saya tidak tahulah. Saya tahunya aja dari membaca koran. Tapi sebelum kejadian, pada hari Selasa sore kemarin, saya sempat lihat dia menerima telepone saat diatas kereta dan berhenti,” cerita sang ibu, dan lantas mengakhiri perbincangan.

Sekira pukul 5 sore, wartawan kembali ke kediaman Melda. Saat itu, awak koran ini bertemu Agus (anak paling besar Briptu Marisi-red) lagi bermain dengan teman-temannya, persis di depan rumah ditemani opungnya, M Silaen.

Keterangan M. Silaen masih sama dengan istrinya yang semula bertemu wartawan. M. Silaen mengatakan kalau Melda masih berada di Brimob.

“Belum pulang dia (Melda, istri Briptu Marisi-red), tadi siang dijemput untuk datang ke Brimob. Saya enggak tahu ada urusan apa disana dan jam berapa pulangnya. Itu anaknya Caca nangis di dalam rumah karena kecarian mamaknya,” ujar M Silaen.

Saat ditanya apakah ada permasalahan anaknya, M. Silaen mengaku tak ada. “Setahu saya, dia (Briptu Marisi-red tidak ada masalah saat tinggal di rumah,” tambah M Silaen, seraya mengatakan kalau anaknya itu sekira 3 bulan belakangan tak lagi tinggal serumah dengannya, melainkan ngontrak di Jalan Musallah Gang Nasional, yang berada di gang sebelah.

Ditanya semenjak terakhir tinggal serumah, apakah Briptu Marisi ada didatangi temannya. M Silaen mengaku ada, namun tak begitu mengenal siapa aja yang datang. “Memang ada temannya yang datang kemari, tapi tak ingat saya siapa aja yang datang. Tapi ada pernah temannya datang yang mengaku tentara. Tapi tidak tahu saya tentara mana dia,” tambahnya. (gus/eza/bud)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage