12 May 2013

Disuruh Istri, ‘Bayi Ajaib’ Nyerah

Ads by Google

Brimob Dibacoki di Sarang Narkoba

KISARAN-PM

KA alias Mimi alias Memet alias Bayi Ajaib alias Bayi Tabung, tersangka yang membacok oknum anggota Brimob Subden 3/B Tanjungbalai, Briptu M Riduan alias Iwan Caiya-caiya, menyerahkan diri pukul 21.00 Wib.

Informasi yang dihimpun METRO ASAHAN (Grup POMETRO MEDAN, tersangka menyerahkan diri di kawasan Jalan Panglima Polem kepada seorang personel Satreskrim Polres Asahan.

“Kabarnya, setelah kejadian, dia sembunyi di parit besar,” ujar seorang sumber.

Kabar penyerahan diri tersangka juga telah didengar oleh pasukan Brimob Subden 3/B Tanjungbalai. Terbukti, hingga berita ini diturunkan, puluhan personel Brimob, yang kebanyakan mengenakan pakaian preman telah berada di Kota Kisaran. Sebagian diantaranya, berkumpul di tepian jalinsum, di depan komplek Mapolres Asahan. “Kita mau lihat, kabarnya memang begitu (tertangkap,red), ” kata seorang personel Brimob yang diwawancarai wartawan koran ini.

Sementara itu, pihak polres Asahan yang dicoba dikonfirmasi mengenai kabar penyerahan diri tersangka, hingga pukul 22.45 WIB malam tadi belum berhasil. Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Fahrizal SIk tak bisa dihubungi.

Namun, sumber terpercaya di kepolisian memastikan, tersangka sudah menyerahkan diri kepada polisi, melalui perantara seorang personel Satreskrim.

“Udah nyerah dia (tersangka, red),” kata sumber.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Setyo Boedi Moempoeni Harso, yang dihubungi kemarin (10/5) malam mengatakan, tersangka si Bayi Ajaib telah ditangkap. “Saat ini tersangka sedang dimintai keterangan di Mapolres Asahan,” katanya singkat.

Sebelumnya, Adek (32), istri KA alias Mimi menyarankan, agar suaminya segera menyerahkan diri kepada polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Mulai malam kejadian itu aku belum ketemu abang. Handphonenya nggak bisa dihubungi. Keluarga was-was,” kata Adek, saat ditemui di Jalan Panglima Polem, tak jauh dari kediamannya, Jumat (10/5).

Adek mengaku, mengetahui suaminya diburon polisi dari sejumlah warga. Mimi mengaku was-was dengan keselamatan sang suami, dan keselamatan keluarganya. Apalagi, dalam kasus tersebut, yang menjadi korban adalah oknum aparat penegak hukum.

“Jujur kami was–was. Karena ini melibatkan aparat keamanan. Kami meminta, abang menyerahkan diri saja kepada polisi,” kata wanita beranak tiga itu.

Sedangkan rumah tersangka di Jalan Panglima Polem terlihat sepi. Tak terlihat ada aktivitas dari rumah mungil tersebut. Semua pintu dan jendela tertutup rapat.

Sementara itu, hingga kemarin petang, polisi masih terus melakukan pencarian terhadap KA alias Mimi alias Bayi Ajaib. Informasi yang diperoleh dari seorang sumber di Mapolres Asahan, tim gabungan yang terdiri dari petugas Satreskrim, dan Resmob Brimob telah menyebar ke berbagai tempat guna melacak dan menangkap tersangka.

“Personel Polres, dan Brimob sudah menyebar ke beberapa tempat. Mudah-mudahan segera tertangkap bos,” ujar sumber itu.

Sementara itu, pantauan METRO ASAHAN (Grup POSMETRO MEDAN) di Kampung Tengah, hingga menjelang magrib sejumlah personel Brimob, baik yang mengenakan seragam lengkap yang ditutupi jacket, dan pakaian preman, terlihat beberapa kali masih mondar-mandir di kawasan tersebut. Polisi tengah melakukan penyelidikan, dan pengumpulan informasi, mengenai pelarian tersangka.

Namun, warga sekitar kemarin sudah tak tampak was-was lagi dengan kehadiran pasukan personel Brimob dan polisi di kawasan tersebut. Aktivitas warga sudah berjalan normal kembali. “Biasa aja. Memang masih banyak polisi berkeliaran. Tapi itu kan mau nyari-nyari si Mimi,” tukas seorang ibu rumah tangga, yang ditemui tak jauh dari pondok (cakruk,red), tempat tersangka bersantai, sebelum menyerang Briptu Riduan.

Rata-rata Narkoba di Kisaran dari Kampung Tengah

Sementara itu informasi yang diperoleh, tingkat peredaran narkoba di Asahan, khususnya di Kota Kisaran sudah memasuki level mengkawatirkan. Bahkan, mayoritas kasus yang terungkap di Kota Kisaran, disebut-sebut selalu memiliki pertalian dengan kawasan Kampung Tengah, tempat di mana penyerangan terhadap Briptu M Riduan terjadi.

“Kebanyakan kasus yang terjadi di Kota Kisaran, selalu saja memiliki hubungan dengan kawasan Kampung Tengah,” jelas Kasat Narkoba Polres Asahan, Iptu Anderson Siringoringo, saat ditemui di ruangannya.

Anderson juga membenarkan, jika tingkat peredaran, dan penyalahgunaan narkoba di Kota Kisaran sudah mencapai level mengkawatirkan, dari kasus penyalahgunaan, dan peredaran narkoba yang berhasil diungkap pihak kepolisian dalam kurun waktu setahun terakhir.

“Tahun 2012, kita berhasil mengungkap 172 kasus narkoba, dengan jumlah tersangka mencapai 237 orang. 107 diantaranya kita kategorikan pengedar/kurir/ atau bandar, sedangkan 130 orang lainnya, masuk dalam kategori pengguna. Jenis narkobanya beragam. Mulai dari ganja, sabu-sabu, ekstasi, pil happy five, dan lainya,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Labuhanruku.

Khusus untuk tahun 2013, jelas Anderson, hingga akhir April, pihaknya telah menangani sedikitnya 59 kasus narkoba, dengan tersangka mencapai 83 orang.

“Seperti yang saya sebutkan tadi. Kebanyakan, khusus yang terungkap di Kota Kisaran. Para tersangka mengaku, jika barang itu mereka peroleh dari kawasan Kampung Tengah. Ada yang belanja langsung ke sana, ada pula yang membeli via kurir, dan bertransaksi di luar,” tegas Anderson.

Lalu, apakah benar informasi yang menyebutkan kawasan Kampung Tengah merupakan basis peredaran narkoba terbesar di Kota Kisaran? Anderson tak menampiknya.

Mengenai langkah yang diambil polisi mengatasi tingginya angka peredaran narkoba di Kota Kisaran, Anderson menegaskan, dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya terus melakukan berbagai upaya, baik itu berupa penyuluhan bahaya narkoba, dan mengungkap kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dalam hal ini, sebut Anderson, pihaknya menggandeng berbagai elemen masyarakat, guna memudahkan upaya menekan tingginya angka penyalah gunaan narkoba di kawasan ini.

“Yang jelas, kita tidak mau neko-neko. Semampu kita, kita sikat habis semua. Tentunya, kita juga berharap kerja sama dari masyarakat,” pintanya. (sus)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage