01 May 2013

Lapas Sarang Narkoba & Judi, Kemenkumham Sumut Buang Badan

Ads by Google

MEDAN-PM

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan yang diharapkan jadi tempat pembinaan bagi narapidana bakal sulit terwujud. Pasalnya, bukan peredaran narkoba saja yang masih marak di sana. Tapi praktek judi juga subur dan terkesan dibiarkan begitu saja. Ini terungkap karena kasus 303 (pasal judi) itu yang memicu terjadinya bentrok antara napi di Lapas Dewasa Klas 1, belum lama ini. Meski praktek ilegal tersebut bukan jadi rahasia umum lagi, tapi Kemenkum dan Ham Kanwil Sumut tetap membela diri, bahkan buang badan dengan berdalih bentrokan terjadi karena Lapas over kapasitas dan kurangnya petugas pengamanan di sana.

Ini dikatakan Kadiv Pemasyarakatan, Amran Silalahi saat ditemui kru koran ini di kantornya, Selasa (30/4) sore. “Saat ini narapidana yang menjalani pembinaan di Lapas sekitar 2 ribu lebih. Sementara petugas kita paling hanya 20 orang, kan sangat beda perbandingannya,” ujar Amran seraya ngaku kasus bentrok tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya. “Tunggu tenang dulu, nantikan kalau situasi sudah tenang baru kita laksanakan penyelidikan. Dan, ke-17 narapidana tetap berada di UPT yang dipindahkan,” katanya. Ditanya sanksi apa yang dijatuhkan pada Kalapasnya, pria berkacamata tersebut bingung memberikan jawaban.

“Coba kalau semua narapidana bentrok, apakah semua Kalapas disalahkan. Kalau ada sanksi berarti ada kesalahankan kan? Dan, itu perkelahian antar mereka yang setiap saat bisa saja terjadi. Meski begitu kitav tetap akan mendalami kasus ini,” jelasnya. Sementara itu, Kepala KPLP Lapas Klas 1 Medan, Asep Sutandar mengatakan, pasca dipindahkan, para keluarga narapidana datang untuk meminta baju keluarganya. “Ya, para keluarga mereka datang untuk minta baju. Mengenai info adanya judi di dalam Lapas kita sudah cek. Memang peristiwa kemarin terkait masalah utang, namun utang apa, kita masih menyelidikinya. Saat ini kondisi Lapas sudah kondusif,” dalihnya.

Sementara itu, pihak Polresta Medan mengaku belum ada menetapkan tersangka dalam bentrokan yang menyebabkan 3 napi luka-luka itu. Apalagi sampai hari ini, polisi belum ada menerima pengaduan dari korban. “Laporan resmi dari korban belum ada,” ucap Kapolresta Medan, Kombes Monang Situmorang saat dihubungi POSMETRO. Dijelaskan Monang, saat ini korban masih dalam perawatan khusus oleh pihak rumah sakit. “Karena sampai saat ini korbannya masih dalam keadaan lemah, jadi belum bisa dimintai keterangan. Tapi secepatnya akan kita panggil saksi-saksi, termasuk Kalapas Tanjung Gusta Medan,” tandasnya.

Nama-nama ke-17 narapidana yang dipindahkan:

1. Syahputra Sitepu kasus Pembunuhan, (lapas Klas IIA P. Siantar)

2. Terkelin Ginting kasus , kasus pembunuhan (Lapas Klas IIA P. Siantar)

3. Efendi Syaputra Tarigan , kasus Narkotika(Lapas Klas IIA ,P. Siantar)

4. Enosta Tarigan, kasus Pembunuhan(Lpas Klas IIA, P.Siantar)

5. Ramlan Barus, kasus narkotika(Lapas Klas IIA, P. Siantar)

6. Joslan Sihombing,kasus narkotika(Lapas Klas IIA,Binjai)

7.Simpan Malem Tarigan, kasus Pembunuhan (Lapas Klas IIA, Binai)

8. Anton Tua Girsang, kasus narkotika(Lapas Klas II A, Binjai)

9. Sistem Sembiring, kasus narkotika(Lpas Klas IIA, Binjai)

10. Freddy Tarigan, kasus narkotika(Lpas Klas IIA, Binjai)

11. Aljames Tarigan, kasus narkotika(Lapas Klas IIB, Lbuk Pakam)

12.Zainal Abidin Perangin-angin, kasus narkotika(Lapas Klas IIB, L.Pakam)

13. Amest Bangun, kasus narkotika(Lapas Klas IIB, Lubuk Pakam)

14. Fauzan, kasus narkotika(Lapas Klas IIB. L.Pakam)

15. Ardi Winata, kasus pencurian(Lapas Klas IIB. L.Pakam)

16. Roy Tarigan, kasus pembunuhan(Lapas Klas IIB Tebing Tinggi)

17. Dapit Ginting, kasus pencabulan(Lapas Klas IIB, Tebing Tinggi). (gi/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id