30 Apr 2013

Penikaman Ketua AMPI Bermotif Dendam Lama

Ads by Google

MEDAN-PM

Sehari kritis di RSU Pirngadi Medan, kondisi Hanafiah alias Pipi  (42) yang jadi korban penikaman Abil Cs, berangsur pulih. Pantauan kru koran ini di ruang ICU lantai IV, Senin (29/4) sore, pelan tapi pasti Pipi sudah bisa menggerakkan tubuhnya. Bahkan untuk berbicara pun dia sudah mulai bisa.

Saat ditemui kru koran ini, Pipi membenarkan kalau dia menjabat Ketua AMPI, namun sudah fakum beberapa tahun terakhir. “Aku masih ingat dan kenal sama mereka (pelaku penikaman-red),” katanya.

“Sebenarnya sudah lama kami saling tak menyukai, tapi entah mengapa subuh itu mereka tiba-tiba menyerangku ke rumah. Kalau tidak salah dia anggota PP juga,” ujar Pipi seraya meringis menahan sakit atas puluhan luka tikaman di tubuhnya. Tapi Pipi menolak menjelaskan lebih lanjut mengani dendam lama antara dia dan Abil Cs. Sedang, M. Yani (31) adik korban yang datang membesuk ngaku tak ada firasat atas kejadian itu. Dia sendiri mengetahui peristiwa penikaman tersebut setelah abangnya bersimbah dara di depan rumah.

“Kami sekeluarga tujuh orang bang. Lima laki-laki, dua perempuan. Kami semua tinggal di situ, rumah kami saling berdekatan. Kalau kami tau saat kejadian, tak mungkin bisa terjadi seperti ini, karena kami ramai di sana, tapi ya sudahlah,” sesal paling bontot itu. Sementara itu, terkait penyerangan da penikaman warga Jl. Brigjent Katamso, Gang Lembah,  Pasar Senen itu, polisi sudah memeriksa sedikitnya 15 warga sekitar yang kebanyakan ibu rumah tangga sebagai saksi.

“Kami datang kemari untuk memberikan keterangan terkait peristiwa penikaman yang dialami Pipi. Korban itu ngontrak dan tinggal di rumah sendirian. Setau kami, dia itu duda beranak 4, dan tinggal sendiri di rumah. Sejak tinggal di sana, korban tak pernah berbuat rusuh dan dikenal baik sama tetangganya,” ujar seorang saksi yang ngaku bernama Ros. Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Gunawan saat dikonfirmasi mengaku belum bisa bercerita, dengan alasan kasusnya masih dalam penyidikan dan pengembangan.

“Dugaan sementara motifnya sakit hati. Kita telah mengamankan 2 orang pelaku, dimana salah seorang pelaku langsung menyerahkan diri tak lama setelah kejadian,” ujar Gunawan. “Atas kejadian ini kita telah memeriksa 6 orang saksi, dan barang bukti tombak, batu bata, pisau belati, serta samurai yang mereka gunakan untuk melukai korban juga telah kita amankan,” tandasnya.(gus/deo)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage