29 Apr 2013

Kemenkumham Sumut Didesak Copot Kalapas Tj. Gusta

Ads by Google

Judi & Narkoba Marak di Penjara

MEDAN-PM

Bentrokan di Lapas Tanjung Gusta yang menyebabkan 3 narapidana luka-luka,  Kamis (25/4) lalu dinilai sebagai bukti Kalapas tak mampu menjalankan tugasnya. “Penjara kok dijadikan tempat judi. Kemenkumham Sumut harus mencopot Kalapasnya karena telah melanggar Pasal 303 KUHPidana,” tegas pengamat hukum, Muslim Muis SH saat dihubungi POSMETRO MEDAN, Minggu (28/4) siang.  Lebih lanjut, Ketua Umum Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Pushpa) Sumut itu juga menuding pihak Kalapas sengaja ‘bermin’ menyediakan lapak bagi para narapidana di sana untuk bermain judi.

“Yang menyediakan tempat itu yang paling berat hukumannya, jadi harus dicopot Kalapasnya. Karena sesuai undang-undang, menyediakan fasilitas untuk bermain judi adalah tindak pidana. Makanya polisi juga harus memeriksa Kalapas,” tegasnya. Ditanya mengenai maraknya praktek pejudian dan peredaran narkoba di hotel prodeo itu, mantan Wakil Direktur LBH ini juga menilai narkoba tersebut sengaja dipasok oleh petugas-petugas Lapas di sana.

“Sudah jelas pemainnya orang-orang Lapas itu juga. Hape saja tidak bisa masuk, kenapa pulak narkoba bisa bersarang di sana, berarti Kalapasnya yang nggak mampu dan sengaja membiarkan praktek itu,” tandas Muslim. Sementara itu, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Tanjung Gusta, Asep Sutandar yang dikonfirmasi terkait maraknya judi kasus ini malah ‘buang badan’ dengan mengaku masalah itu diluar sepengetahuan mereka. “Di sini ada sekitar 2500 narapidana, kalaupun ada yang buka lapak judi, manala kami tau. Sedangkan perkembangan di dalam Lapas masih kondusif karena beberapa orang napi yang kita duga sebagai provokator sudah dipindahkan,” kilahnya pada POSMETRO.

Dikatakannya, hasil penyelidikan pihaknya sementara, bentrok kemarin karena masalah utang-piutang antas sesama napi. “Soal utang apa kita terus mendalaminya. Kelompok Si Roy Tarigan minta utang Rp400 pada Asiong, karena teman-teman Asiong yang tak terima lantas menemui Roy Tarigan. Kemdian masing-masing kelompok/simpatisan keduanya saling membela rekannya dan terjadilah peristiwa tersebut,” ucap pria yang baru 2 bulan bertugas di Lapas Klas 1 Medan itu. “Yang pastinya kita tak ada menyediakan lapak judi di Lapas, meskipun personel kita kurang, namun kita tetap bekerja secara optimal,” pungkasnya.

>> Napi Titipan Dipisah

Sementara itu, 5 narapidana yang dikirim Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan ke Lapas Kelas II B Lubukpakam ditempatkan dalam blok/kamar berbeda. Hal itu dilakukan agar para napi itu tak bisa membangun geng yang dapat memicu perkelahian sesama napi maupun tahanan lain seperti yang terjadi baru-baru ini di Lapas Tanjung Gusta. Info yang diperoleh, Minggu (28/4) siang, ke lima napi itu masing-masing James Tarigan (33) warga Kabanjahe yang terjerat kasus ganja divonis 8 tahun penjara ditempatkan di kamar mawar 5.

Arnes Bangun (44) warga Jl. Lebah No 71 Padang Bulan Medan yang divonis 4 tahun 2 bulan penjara juga atas kasus narkoba ditahan di kamar mawar 4. Jainal Perangin-angin (37) warga Jl. Binjai KM 13,5 Pasar Kecil yang divonis 5,5 tahun bu penjara akibat kasus narkoba menghuni kamar anggrek 3. Selanjutnya Fauzan (33) yang divonis 6 tahun 3 bulan penjara akibat kasus narkoba menghuni kamar anggrek 7 dan Ardi Winata yang terkerat kasus pencurian menghuni kamar anggrek 7. Kalapas Lubuk Pakam Salman Daidi saat dikonfirmasi melalui Kasi Binadik Sinarta Tarigan, SH membenarkan kelima napi itu dipisah untuk menjaga kenyamanan bagi napi atau tahanan lainnya. (tim/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
lazada.co.id