19 Apr 2013

PT Kimia Farma Dirampok, Kanit Patumbak Mengamuk

Ads by Google

Perampok Cho Fin Masih Berkeliaran

MEDAN-PM

Maraknya aksi perampokan bersenpi di Sumatera Utara akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Kasus lama belum terungkap, peristiwa baru sudah bermunculan kembali. Perampokan PT.Kimia Farma di Jl. SM Raja adalah satu dari sekian banyak kasus yang masih jadi misteri. Ironisnya, saat ditanya soal perkembangan kasus tersebut, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Hatopan Silitonga malah ngamuk-ngamuk.

“Banyak wartawan yang datang ke mari, cuma kaulah yang berani mempertanyakannya soal Kimia Farma,” bentaknya dengan lantang. Tak cuma itu, dengan angkuhnya Hatopan juga mengancam akan memindahkan awak koran ini ke luar daerah. “Masih baru saja pun kau sudah banyak gaya. Kalau kayak kau wartawan tidak bakalan lama,” ujarnya lagi dengan suara tinggi. Karena terus didesak, terakhir pria tinggi yang mengenakan baju putih itupun akhirnya mengaku kalau kasus perampokan tersebut belum tuntas. “Belum ada satupun yang ditangkap. Masih kurang bukti-buktinya dan masih diproses,” tandasnya dengan wajah geram. Sementara itu, pihak PT. Kimia Farma yang dikonfirmasi kru koran juga mengatakan hal yang sama.

Salah seorang pria yang tak mau menyebut namanya itu mengaku, sejauh ini belum ada perkembangan apa-apa dari Polsek Patumbak.  ”Saya bagian umum personalia. Belum ada perkembangan, sudah berkali-kali saya pertanyakan ke Polsek Patumbak yang menangani kasus tersebut secara lisan ataupun tulisan, tapi hasilnya tetap tak ada,” terang lelaki berlensa itu. “Dari pusat pun selalu menanyakan hal itu kepada saya, tapi mau gimana lagi, kan belum tuntas. Kinerja polisi ini sangat lamban,” kesalnya. “Padahal sudah berkali-kali mereka melakukan penyelidikan dan olah TKP, namun tersangka belum juga ditangkap. Diduga orang dalam, tapi siapa?” tanyanya entah kepada siapa.

Sekedar mengingatkan, 5 kawanan rampok berpistol menyambangi PT.Kimia Farma, Senin (14/1) dinihari lalu. Akibatnya tiga brankas milik perusahaan yang bergerak di bidang  farmasi itu dikuras.  Uang tunai Rp124 juta berhasil dibawa kabur. Sebelum beraksi, pelaku lebih dulu  menyekap dua petugas security jaga malam di sana. Setelah menodongkan senpi, tangan dan kaki Joko (26) dan Suwarso alias Mawardi (28), diikat. Selanjutnya mulut kedua warga Tanjung Worawa ini dilakban. Joko yang diperiksa di Polsek Patumbak menuturkan, setelah kedua kaki dan tangan mereka diikat, dengan menodongkan pistol, salah seorang pelaku sempat memukul dan memaksanya menunjukkan ruang berankas.

Sementara ke empat pelaku lain bertugas mengikat tangan Sumarso.  Nah, pasca  melumpuhkan Joko dan temannya, kelima pelaku bertubuh tinggi tegap, tegas dan temperamental itu lalu membongkar paksa tiga brankas milik perusahaan. “Sepertinya mereka sudah sangat profesional. Karena dalam waktu dua jam saja, 3 brankas itu berhasil mereka bongkar,” kenang Joko. Lebih lanjut dikatakan Joko, setelah menggondol uang dari brankas, para pelaku lantas memindahkan keduanya ke dalam pos.

>>Perampok Cho Fin Masih Berkeliaran

Masih maraknya aksi perampokan berpistol akhir-akhir ini tak terlepas dari buruknya kinerja polisi yang tak kunjung berhasil mengungkap kasus-kasus sebelumnya. Salah satu yang masih ngambang sampai hari ini adalah perampokan yang menimpa Robin alias Cho Fin (30), warga Jl. Pertempuran, Brayan, Kec Medan Timur, awal Februari lalu. Saat kembali disambangi awak koran, Rabu (17/4) siang, toko elektronik berlantai tiga yang bersebelahan dengan kampus Akademi Maritim Indonesia itu terlihat sudah beraktifitas seperti biasa.

Sekedar mengingatkan, ruko sekaligus rumah itu disambangi kawanan rampok bersenpi pada awal Februari lalu. Akibat kejadian ini, pelaku berhasil menggasak harta benda milik Robin dan keluarganya yang saat itu baru pulang merayakan Imlek. Saat hendak diwawancarai ulang, Robin sedang tak berada di tokonya. Salah seorang pria yang ngaku abang korban tak menyangkal kalau dini hari itu ia bersama adik dan iparnya baru pulang merayakan Imlek. Karena kelelahan, setiba di rumah, meraka langsung tidur di lantai tiga, karena di lantai satu dan dua dijadikan tempat penyimpanan barang-barang.

Ia mengaku belum mengetahui pasti sejauh mana perkembangan kasus perampokan yang menimpa keluarganya. “Kami tak tahulah sudah kayak mana kasus itu, yang pasti sudah kami laporkan waktu itu juga sama polisi, selanjutnya terserah merekalah,” kata pria berkaca mata itu. Dikisahkannya pula, saat kejadian, kedua perampok bersenpi itu berhasil masuk setelah mencongkel pintu depan dengan linggis. Mendengar suara gaduh, Robin yang terbangun lantas keluar dari kamar.

Tapi baru melangkah ke lantai dua, ia langsung ditodong senjata api oleh pelaku bertubuh kurus dan berbadan tinggi itu. “Kami turun dari lantai tiga, terus aku lihat Robin ditodong senjata api, aku langsung lari lagi ke lantai tiga,” katanya. Atas peristiwa itu, korban kehilangan harta benda berupa handphone, ipad, dan barang-barang berharga lainnya yang diperkirakan nilainya mencapai puluhan juta rupiah. Tapi sampai detik ini kasus yang membuat Robin dan keluarganya trauma itu masih jadi misteri alias belum terungkap.

Saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN, polisi mengaku masi terus berupaya mencari pelaku. “Masih tetap kita tangani, pelaku masih dalam pencarian,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Syarifur Rahman saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/4) siang. Dicari ke mana? Apa polisi sudah mengetahui indentitas pelaku? Ditanya begitu, Syarifur malah gusar. Ia kembali berdalih kalau kasus perampokan bersenpi itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pasalnya, baik korban dan saksi tak begitu mengetahui ciri-ciri pelaku sehingga menyulitkan pihaknya tuk mencari tahu siapa pelaku sebenarnya. (cr-2/wel/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id